Berita

Ilustrasi pemilihan umum/ (Pemilu)/RMOLNetwork

Publika

Bansos Berperan Memenangkan Pilpres Satu Putaran?

JUMAT, 29 MARET 2024 | 12:51 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

TOTAL belanja Kementerian/Lembaga pada APBN 2024 sebesar Rp1.090,8 triliun. Besar pagu Kementerian Sosial sebesar Rp79,21 triliun atau 7,26 persen dari total belanja K/L di atas.

APBN 2024 menyebutkan tentang besar pagu anggaran perlindungan sosial sebesar Rp496,8 triliun atau 45,54 persen dari total belanja K/L.

Anggaran perlindungan sosial tersebut digunakan pemerintah untuk mempercepat penurunan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.


Untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, maka target output prioritas dari program kerja pemerintah bernama perlindungan sosial terdiri dari program keluarga harapan (PKH) untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kemudian program bansos sembako untuk 18,8 juta KPM. Selanjutnya asistensi rehabilitasi sosial (ATENSI) untuk 38 ribu anak, 32,6 ribu lansia, serta 58,3 ribu penyandang disabilitas. Penyaluran bantuan iuran PBI JKN untuk 96,8 juta peserta. Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 20,8 juta siswa dan program kartu Indonesia pintar (KIP) kuliah untuk 1,1 juta mahasiswa.

Penyaluran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 19,58 juta kilo liter. Penyaluran subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk 6,09 juta debitur. Bantuan langsung tunai (BKT) desa untuk 2,96 juta KPM.

Persoalannya adalah tim kuasa hukum paslon Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud sangat meyakini bahwa bansos yang digelontorkan menjelang Pemilu 14 Februari 2024 oleh pemerintah, itu membuat paslon Prabowo-Gibran menang satu putaran dan meraih 96,21 juta suara.

Diandaikan peserta pilpres sebanyak 3 pasang paslon dan diasumsikan bahwa mereka mempunyai kinerja yang serba sama, maka rata-rata suara batas awal secara sangat kasar sebesar total 164,22 juta suara dibagi 3 menjadi sebesar 63,75 juta suara sebagai angka ambang batas keadilan kinerja serba sama.

Oleh karena itu, peran bansos dalam memenangkan satu putaran sebanyak 96,21 juta suara dikurangi 63,75 juta suara sebesar 32,46 juta suara.

Ketika itu program perlindungan sosial sebagai bansos yang digelontorkan oleh pemerintah menjelang pemilu adalah sembako dan BLT. Jumlah KPM untuk program bansos sembako maksimum sebanyak 18,8 juta dan BLT sebanyak 2,96 juta, sehingga maksimum secara total penerima bansos sebanyak 21,76 juta KPM.

Berdasarkan hasil survei dari lembaga survei, diketahui bahwa penerima bansos yang memilih paslon maksimum sebanyak 80 persen.

Akibatnya, perkiraan kasar tentang peranan bansos terhadap paslon Prabowo-Gibran maksimum bertambah sebanyak 17,41 juta suara. Jika angka tersebut ditambahkan terhadap angka rata-rata sebesar 63,75 juta, maka potensi modal capaian suara paslon Prabowo-Gibran menjadi sebesar 81,16 juta suara. Angka 17,41 juta suara juga sangat kecil dibandingkan 32,46 juta suara di atas.

Implikasinya, pertama adalah perolehan kinerja satu putaran pada paslon Prabowo-Gibran sama sekali bukanlah karena peran bansos. Hal itu karena peran bansos berpeluang sangat kasar akan membuat paslon meraih 81,16 juta suara saja, sedangkan pada kenyataannya paslon Prabowo-Gibran meraih 96,21 juta suara.

Di samping itu perolehan suara paslon Anies-Muhaimin sebanyak 40,97 juta suara dan paslon Ganjar-Mahfud sebanyak 27,04 juta suara, yang berada amat sangat jauh lebih rendah jika dibandingkan ambang batas rata-rata potensi suara peluang kinerja serba sama yang sebanyak 63,75 juta suara.

Implikasinya adalah penggunaan angka benchmark potensi serba sama untuk angka 63,75 juta suara adalah tidak realistis, karena angka perbandingan ini ternyata terlalu tinggi.

Di samping itu penggunaan APBN sebagai perealisasian dari program pemerintah bukanlah tergolong sebagai peristiwa politik uang. Sebab, politik uang itu hanya jika paslon menggunakan dana pribadi untuk membuat pemilik suara memberikan suara kepada kontestan pemilu.
 
Akibatnya, peran bansos sama sekali bukanlah penyebab dari kemenangan paslon Prabowo-Gibran menang satu putaran, melainkan disebabkan oleh faktor natural daya saing yang lainnya.

Di samping itu bansos yang disalurkan oleh Kementerian Sosial maksimum untuk pagu APBN 2024 sebesar Rp79,21 triliun untuk anggaran secara keseluruhan program selama setahun, yang tidak mungkin dihabiskan menjelang pemilu 2024. Juga besaran penggelontoran bansos sama sekali bukanlah nilai APBN sebesar anggaran perlindungan sosial, yang sebesar Rp496,8 triliun di atas.

Jadi, anggapan bahwa pemerintah menggelontorkan dana bansos sebesar Rp496,8 triliun adalah sama sekali tidak benar (hoaks). Termasuk informasi bahwa Kemensos menggelontorkan semua anggaran selama setahun sebesar Rp79,21 triliun untuk dihabiskan menjelang pemilu 14 Februari 2024, juga sama sekali sebagai informasi yang tidak benar dan tidak berdasar.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya