Berita

Tangkapan layar video menunjukkan tim penyelamat bekerja setelah serangan teroris di Balai Kota Crocus di tepi barat Moskow, Rusia pada Selasa, 26 Maret 2024/Net

Dunia

Korban Tewas Akibat Serangan Moskow Meningkat Hingga 143 Orang

KAMIS, 28 MARET 2024 | 11:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Jumlah korban meninggal dunia akibat serangan gedung konser di Moskow telah bertambah menjadi 143 orang.

Informasi itu diungkap oleh Kementerian Darurat Rusia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (28/3).

Sementara itu, Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengungkap bahwa 80 orang saat ini berada di rumah sakit dan 205 lainnya masih menjalani pengobatan.


Pembantaian pada Jumat malam (23/3) di Balai Kota Crocus, sebuah tempat perbelanjaan dan hiburan yang luas di pinggiran barat laut Moskow, adalah serangan ekstremis paling mematikan di tanah Rusia dalam hampir dua dekade.

Setidaknya empat pria bersenjata yang membawa senapan otomatis menembaki ribuan penonton konser dan membakar tempat tersebut.

Afiliasi kelompok ISIS (ISIS-K) mengaku bertanggung jawab atas kekerasan tersebut, sementara intelijen AS mengatakan mereka memiliki informasi yang mengonfirmasi bahwa kelompok tersebut bertanggung jawab.
 
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengklaim pihaknya telah menangkap 11 orang sehari setelah serangan itu, termasuk empat tersangka pria bersenjata.

Keempat pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai warga negara Tajik, muncul di pengadilan Moskow pada hari Minggu (25/3), terlihat tanda-tanda pemukulan yang parah pada mereka dan salah satu dari tersangka hampir tidak sadarkan diri selama persidangan.

Para pejabat Rusia bersikeras bahwa Ukraina dan negara-negara Barat mempunyai peran, namun Kyiv dengan keras membantahnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha menggunakan serangan Moskow untuk membangkitkan semangat tentara yang bertempur di Ukraina.

Kepala FSB Alexander Bortnikov juga menuduh, tanpa memberikan bukti, bahwa agen mata-mata Barat mungkin terlibat.

Dia mengulangi klaim Putin tentang empat pria bersenjata yang berusaha melarikan diri ke Ukraina sebelum akhirnya ditangkap.

Presiden otoriter Belarusia, Alexander Lukashenko punya kesaksian lain. Dia mengatakan pada Selasa (26/3) bahwa para tersangka sempat berusaha kabur lewat perbatasan Belarus, tetapi tidak jadi karena jalurnya ditutup.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya