Berita

Dunia

Uji Coba Pushpak Berhasil, Tandai Pencapaian ISRO

RABU, 27 MARET 2024 | 03:27 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) menandai pencapaian yang signifikan dengan keberhasilan pelaksanaan misi pendaratan untuk Kendaraan Peluncuran Dapat Digunakan Kembali (RLV) bernama "Pushpak" dari Aeronautical Test Range (ATR) di Chalakere Karnataka pekan lalu (Jumat, 22/3).

Lepas landas sekitar pukul 7 pagi dari Landasan Pacu Chalakere, misi ini mewakili upaya pendaratan ketiga RLV, setelah misi sukses sebelumnya pada tahun 2016 dan April tahun lalu.

Berbeda dengan metode konvensional, kendaraan peluncuran diangkat ke ketinggian sekitar 4,5 km oleh helikopter Angkatan Udara India sebelum dilepaskan setelah memenuhi parameter yang telah ditentukan.


Menekankan pentingnya misi ini, ISRO menyoroti peran integralnya dalam upaya berkelanjutan untuk mengembangkan teknologi penting untuk kendaraan peluncur yang sepenuhnya dapat digunakan kembali, yang bertujuan untuk memungkinkan akses ke ruang angkasa yang hemat biaya.

Kendaraan bersayap, Pushpak (RLV-TD), melakukan pendaratan otonom dengan presisi di landasan setelah dilepaskan dari posisi off-nominal.

Ketua ISRO S Somanath menggarisbawahi pentingnya kendaraan peluncuran Pushpak, dan menggambarkannya sebagai langkah berani India dalam meningkatkan keterjangkauan akses ruang angkasa.

Somanath menguraikan tentang penggunaan kembali tahap atas, yang menampung perangkat elektronik mahal, yang berpotensi memfasilitasi tugas-tugas seperti mengisi bahan bakar satelit di orbit atau memperbarui satelit, sehingga berkontribusi pada pengurangan sampah ruang angkasa.

Proyek Kendaraan Peluncuran yang Dapat Digunakan Kembali – Demonstrator Teknologi (RLV-TD) merupakan salah satu upaya ISRO yang paling menantang secara teknologi. Tujuan utamanya adalah mengembangkan teknologi penting untuk kendaraan peluncuran yang sepenuhnya dapat digunakan kembali, yang pada akhirnya bertujuan untuk mengurangi biaya misi luar angkasa.

Dengan konfigurasi yang menyerupai pesawat terbang tetapi menggabungkan kompleksitas dari kendaraan peluncuran dan pesawat terbang, RLV-TD berfungsi sebagai tempat uji terbang untuk mengevaluasi berbagai teknologi, termasuk penerbangan hipersonik, pendaratan otonom, dan penerbangan jelajah bertenaga.

ISRO membayangkan peningkatan RLV-TD untuk berfungsi sebagai tahap pertama kendaraan peluncuran orbital dua tahap milik India yang dapat digunakan kembali.

Pada bulan Februari, Somanath memberi pengarahan kepada Perdana Menteri Narendra Modi tentang misi RLV selama kunjungan Modi ke Pusat Luar Angkasa Vikram Sarabhai di Trivandrum. Proyek yang diberi nama berdasarkan pesawat luar angkasa legendaris dalam Ramayana ini diperkirakan menelan biaya melebihi Rs 100 crore atau setara 12 juta dolas AS.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya