Berita

Korban yang diduga dianiaya oknum TNI/Ist

Politik

Vox Point Indonesia Minta TNI Lebih Humanis

MINGGU, 24 MARET 2024 | 16:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penganiayaan yang diduga dilakukan oknum TNI terhadap seorang warga Papua anggota kelompok separatis mengundang keprihatinan.

Ketua Umum DPN Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati, mengatakan, jika ada masyarakat yang melanggar aturan atau prinsip hidup berbangsa dan bernegara, tetap harus ditindak dengan cara-cara humanis.

"Apalagi jika benar bahwa pelakunya diduga oknum TNI, ini sangat disayangkan, karena TNI prajurit yang seharusnya mengayomi masyarakat," kata Handojo, lewat keterangan resmi, di Jakarta, Minggu (24/3).


Menurutnya, penyelesaian konflik seharusnya tetap mengedepankan sisi kemanusiaan serta tidak langsung dihakimi.

"Jika ada persoalan, maka harus ditindak sesuai hukum, bukan ditindak dengan cara kekerasan seperti itu," katanya.

Sementara itu Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Gumilar Nugraha, mengatakan, Mabes TNI menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan penyelidikan.

"Diduga oknum prajurit TNI melakukan tindakan kekerasan terhadap tawanan atas nama Definus Kogoya di Pos Gome, Kabupaten Puncak, Papua," kata Gumilar, saat dihubungi redaksi, Sabtu (23/3).

Katanya, tidak menutup kemungkinan pelaku penganiayaan lebih dari satu orang.

"Masih dalam penyelidikan, jika dalam video tersebut lebih dari satu, ada yang mukul, ada yang merekam," tukas Gumilar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya