Berita

Pekerja wanita memberikan suara di TPS yang berada di lokasi kerja dalam pemilu Pakistan yang digelar 8 Februari 2024./Reuters

Dunia

Diplomat AS Minta Kecurangan Pemilu Diusut Tuntas

MINGGU, 24 MARET 2024 | 02:40 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Berbagai laporan mengenai kecurangan yang terjadi selama pemilihan umum yang dilakukan bulan lalu harus ditindaklanjuti dengan sangat serius. Bila ditemukan bukti campur tangan pemerintah, maka pemungutan suara ulang di sejumlah daerah harus dilakukan.

Demikian pandangan diplomat senior Amerika Serikat Donald Lu ketika berbicara di Subkomite Komisi Luar Negeri DPR AS hari Rabu lalu (20/3).

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Asia Selatan dan Asia Tengah mendesak Pakistan  menyelidiki laporan ketidakberesan dalam pemilu bulan lalu dan melakukan pemungutan suara ulang di daerah pemilihan yang terkena dampak jika mereka menemukan bukti adanya campur tangan.


“Komisi Pemilu Pakistan, harus menemukan bahwa penyimpangan-penyimpangan ini terbukti, dan harus menyelenggarakan kembali pemilu (di daerah pemilihan) dimana terdapat campur tangan,” ujar Donald Lu.

Pemilu di Pakistan yang diselenggarakan 8 Februari lalu diwarnai dengan penangkapan dan kekerasan menjelang pemungutan suara, penutupan internet pada hari pencoblosan, dan penundaan hasil pemilu yang tidak biasa sehingga menimbulkan tuduhan bahwa pemilu tersebut telah dicurangi.

Hasil dari pemilu itu Shehbaz Sharif ditetapkan sebagai perdana menteri pada 4 Maret lalu. Ia memimpin koalisi setelah partainya memenangkan lebih sedikit kursi dibandingkan kandidat yang didukung mantan Perdana Menteri Imran Khan yang kini masih berada di dalam penjara.

“Kami tidak pernah menggunakan istilah ‘bebas dan adil’ dalam menggambarkan pemilu kali ini,” ujar Lu.

“Kami telah menyatakan keprihatinan serius mengenai situasi sebelum pemilu, kekerasan yang terjadi, terorisme dan kekerasan politik,” katanya.

“Kami telah menyatakan keprihatinan atas kegagalan mendaftarkan kandidat individu dan partai politik, penangkapan massal terhadap pihak oposisi, penutupan internet, serta sensor dan tekanan yang diberikan kepada jurnalis,” sambungnya

Inggris dan Uni Eropa juga telah menyatakan keprihatinan atas penyimpangan yang dilaporkan dan mendesak dilakukannya penyelidikan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pun menyatakan keprihatinannya atas kekerasan dan penangguhan layanan komunikasi seluler.

Dalam kesempatan itu Lu membantah klaim Khan bahwa dia telah ikut campur dalam penggulingan Khan dari kekuasaan pada tahun 2022.

"Klaim-klaim ini, teori konspirasi ini, adalah sebuah kebohongan. Itu benar-benar kebohongan," ujar Lu lagi seperti dilaporkan Reuters.

Khan digulingkan setelah berselisih dengan militer Pakistan yang kuat, yang membantah ikut campur dalam politik. Dia menuduh AS dan militer Pakistan berperan dalam pemecatannya melalui mosi tidak percaya di parlemen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya