Berita

Personel keamanan Rusia saat berada di lokasi kejadian penembakan massal di Balai Kota Crocus /Net

Dunia

AS Sempat Beri Peringatan Keamanan Sebelum Insiden Penembakan Massal di Moskow

SABTU, 23 MARET 2024 | 17:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Moskow sempat mengeluarkan peringatan adanya rencana teror ekstrimis di Rusia, sebelum serangan mematikan itu benar terjadi di Balai Kota Crocus pada Jumat (23/3) malam waktu setempat.

Menurut laporan dari media Rusia, serangan yang diklaim dilakukan oleh ISIS itu telah menyebabkan 60 orang meninggal dunia dan lebih dari 100 lainnya luka-luka.

Serangan tersebut terjadi sebelum acara band rock tampil di lokasi yang berjarak 20 kilometer dari Kremlin. Insiden itu terjadi tepat dua minggu setelah Kedubes AS mengeluarkan peringatan keamanan terkait rencana tersebut.


Dalam pengumuman yang dikeluarkan pada 7 Maret 2024, Kedubes AS telah mengimbau warganya yang berada di Rusia untuk menghindari kerumunan seperti acara-acara besar termasuk konser.

"Kedutaan Besar memantau laporan bahwa para ekstremis mempunyai rencana untuk menargetkan pertemuan besar di Moskow, termasuk konser, dan warga AS harus disarankan untuk menghindari pertemuan besar selama 48 jam ke depan," tulis Kedubes AS di Moskow, dikutip Sabtu (23/3).

Lebih lanjut, Kedubes juga telah mendesak warganya untuk terus mewaspadai lingkungan sekitar, dan memantau media lokal untuk mengetahui perkembangan di negara itu.

Menanggapi penembakan massal tersebut, seorang pejabat Washington mengatakan bahwa pihaknya telah memperingatkan Moskow dalam beberapa pekan terakhir tentang kemungkinan serangan.

“Kami telah memperingatkan Rusia dengan tepat,” kata pejabat tersebut, yang berbicara secara anonim, tanpa memberikan rincian tambahan apa pun.

Saat ini berdasarkan laporan terakhir dari Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, penyelidikan 'teroris' tengah dimulai dan Presiden Vladimir Putin telah menerima kabar terbaru secara terus menerus.

Namun, sampai saat ini Putin belum berkomentar secara terbuka mengenai serangan itu. Meski demikian Wakil Perdana Menteri Rusia Tatyana Golikova menyebut Putin berharap ratusan korban yang terluka segera pulih.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya