Berita

Buka puasa bersama di Sekretariat Nasional GSP di Jalan Tegal Parang Selatan I No. 37, Tegal Parang Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (22/3)/Ist

Politik

Qodari: Perjuangkan 3 Periode Malah Ditakdirkan 6 Periode

JUMAT, 22 MARET 2024 | 23:00 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ratusan relawan dari Gerakan Sekali Putaran (GSP) dan mantan relawan Jokowi Prabowo (Jokpro) mengadakan silaturahmi dan buka puasa bersama di Sekretariat Nasional GSP di Jalan Tegal Parang Selatan I No. 37, Tegal Parang Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (22/3).

Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran (GSP) M. Qodari mengatakan diadakannya kegiatan ini setidaknya ada dua hal yang melatarbelakanginya. Pertama, yaitu bermaksud untuk kembali merajut silaturahmi antar relawan di momentum bulan suci Ramadan ini.

“Melatih silaturahmi yang biasanya nggak ketemu atau jarang ketemu, nggak pernah ketemu tapi bulan puasa biasanya ketemu, minimal teman-teman waktu SMP, SMA, kuliah yang hari-harinya sibuk dengan pekerjaan, sibuk dengan keluarga tapi begitu bulan Ramadan ketemu momentum untuk ketemu untuk bersama-sama acara buka puasa itu yang pertama,” ujar Qodari dalam sambutannya.


Kedua, Qodari mengatakan momen buka puasa bersama ini terlaksana selain karena hubungan kekeluargaan secara pribadi juga memperkuat perjuangan dan kesamaan pandangan terkait memenangkan calon presiden dan calon wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Yang kedua kita yang ada di tempat ini notabene tali pengikatnya selain hubungan-hubungan yang bersifat pribadi adalah Pak Prabowo dan Mas Gibran atau tambah lagi dengan Pak Jokowi. Khususnya kalau bicara tempat ini karena tempat ini dulu adalah markasnya gerakan Jokpro, Jokowi-Prabowo garis miring gerakan Jokowi 3 periode,” paparnya.

“Jadi teman-teman yang ada di tempat ini yang sudah pernah ke tempat ini dari lama itu adalah teman-teman aktivis Jokpro yang ketuanya waktu itu adalah Mas Baron Danardono,” imbuhnya.

Lanjut Qodari, meskipun gerakan Jokowi Prabowo sudah secara maksimal dilakukan tetapi belum tergapai, namun tidak pernah patah arang kemudian bertransformasi menjadi relawan GSP.

“Memang Pak Jokowi tiga periode, amandemen presiden tiga periode tidak tercapai tetapi memang betul bahwa dalam hidup tugas manusia itu adalah berusaha atau ikhtiar hasil itu prerogatif yang maha kuasa, tugas kita adalah syariat, hasil adalah makrifat dan semua proses politik itu melalui mekanisme yang namanya terbentur, terbentur dan terbentuk,” ungkapnya.

“Bagaimana kita mengikhtiarkan Pak Jokowi 3 periode saya supaya jangan ada polarisasi, Mas Baron dan kawan-kawan mayoritas kawan-kawan di sini supaya pemerintahan yang sudah bagus dilanjutkan Indonesia maju bisa dilaksanakan,” tambahnya.

Lebih lanjut Qodari menjelaskan pada akhirnya usaha dari para relawan yang tadinya memperjuangkan 3 periode ditakdirkan menjadi 6 periode.

“Pada hari ini Mas Baron dan teman-teman yang ingin agar pembangunan terus berlanjut Indonesia maju terus berjalan tadinya mengejar tiga periode, alhamdulillah ternyata ditakdirkan Tuhan untuk mendapatkan enam periode ya selamat kepada Mas Baron dan teman-teman,” jelasnya.

Enam periode itu, Qodari menjelaskan, jabatan Presiden Jokowi selama 2 periode, ditambah prediksi Prabowo Subianto menjabat presiden selama 2 periode dan juga Gibran Rakabuming Raka yang nantinya juga menggantikan Prabowo menjadi presiden selama 2 periode.

“Karena realitasnya pada hari ini bisa jadi ya minta 3 dapat 6, 2 periode Pak Jokowi, 2 periode Prabowo dan 2 periode Gibran. Saya sudah ngomong di podcast, Gibran itu suatu saat menjadi Presiden Republik Indonesia dan sekarang kalau Mr. Q ngomong orang pada hati-hati karena biasanya kejadian,” beber dia.

Dikatakan Qodari, Gibran menjadi presiden bukan lah yang tidak mungkin berkaca dari sejarah majunya negara Singapura menjadi negara maju.

“Tidak ada yang membantah di dunia ini bahwa peletak dasar kemajuan Singapura namanya Lee Kuan Yew dan peletak kemajuan di Indonesia namanya Jokowi. Nah Lee Kuan Yew ketika sudah turun dilanjutkan oleh seorang tokoh perdana menteri namanya Goh Chok Tong. Nah pada hari ini dipimpin Lee Hsien Loong putranya dari Lee Kuan Yew,” tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya