Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Perdana, Majelis Umum PBB Adopsi Resolusi AI Global

JUMAT, 22 MARET 2024 | 14:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dengan suara bulat, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi resolusi global pertama mengenai kecerdasan buatan (AI).

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield mengatakan bahwa resolusi itu diusulkan oleh negaranya dan mendapat dukungan dari China dan lebih dari 120 negara lainnya.

“Hari ini, seluruh 193 anggota Majelis Umum PBB telah berbicara dengan satu suara, dan bersama-sama, memilih untuk mengatur kecerdasan buatan daripada membiarkannya mengatur kita,” ujarnya, seperti dimuat US News pada Jumat (22/3).


Resolusi itu dibuat di tengah kekhawatiran bahwa AI dapat digunakan untuk mengganggu proses demokrasi, meningkatkan penipuan atau menyebabkan hilangnya lapangan kerja secara drastis, dan dampak buruk lainnya.

November lalu, AS, Inggris dan lebih dari belasan negara lainnya meluncurkan perjanjian internasional pertama yang terperinci tentang cara menjaga keamanan AI dari pelaku jahat, mendorong perusahaan untuk menciptakan sistem AI yang aman.

Bulan ini Uni Eropa mengadopsi perjanjian sementara untuk mengawasi teknologi tersebut.

Pemerintahan Biden telah mendesak anggota parlemen untuk menerapkan peraturan AI, namun Kongres AS yang terpolarisasi hanya menghasilkan sedikit kemajuan.

Sementara itu, Gedung Putih berupaya mengurangi risiko AI terhadap konsumen, pekerja, dan kelompok minoritas sambil memperkuat keamanan nasional melalui perintah eksekutif baru pada bulan Oktober.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya