Berita

Bendahara Umum Partai Nasdem, Ahmad Sahroni/RMOL

Hukum

Ahmad Sahroni Diminta KPK Kembalikan Kekurangan Rp40 Juta

JUMAT, 22 MARET 2024 | 13:06 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Bendahara Umum Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, merevisi nilai aliran uang dari mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), ke partainya. Yang benar Rp860 juta.

Klarifikasi itu disampaikan Sahroni, usai diperiksa hampir 2 jam sejak pukul 09.45 WIB hingga pukul 11.30 WIB, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/3).

Wakil Ketua Komisi III DPR itu juga mengatakan, dia telah diperiksa sebagai saksi terkait dugaan TPPU SYL.


"Ada beberapa pertanyaan, mungkin teman-teman nanti bisa tanya ke penyidik langsung, tapi so far terkait TPPU-nya SYL, sudah itu doang," katanya, kepada wartawan, Jumat siang (22/3).

Ditanya soal uang Rp840 juta pagi tadi disampaikannya, Sahroni merevisi. Aliran yang sebenarnya Rp860 juta. Pertama Rp820 juta, dan kedua Rp40 juta.

"Sudah, sudah, Rp820 juta, cuma ada 1 tambahan yang tadi pagi sudah saya kasih tau, ada Rp40 juta yang perlu dikonfirmasi, dan penyidik sudah menyarankan untuk pengembalian, hari ini segera ditransfer ke virtual account," katanya.

Dia mengaku, uang Rp820 juta sudah dikembalikan ke rekening penampungan KPK.

"Rp820 juta dari SYL sama Rp40 juta untuk bantuan bencana banjir," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya