Berita

Puing kebakaran rumah dan mobil milik Junaidi Marpaung di Labuhanbatu, Sumatera Utara/Ist

Nusantara

Diduga Dibakar, Polda Sumut Lakukan Olah TKP Kebakaran Rumah Wartawan di Labuhanbatu

KAMIS, 21 MARET 2024 | 20:35 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Peristiwa kebakaran yang melanda rumah Junaidi Marpaung saat ini sedang diselidiki oleh Polda Sumatera Utara. Mereka menurunkan
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melakukan olah TKP atas kebakaran yang diduga terjadi karena unsur kesengajaan dari orang tidak dikenal (OTK).
 
“Tim Labfor tengah melakukan olah TKP sekaligus untuk mengumpulkan bukti-bukti formil dan materil sebagai bahan penyelidikan atas kebakaran rumah milik wartawan di Labuhan Batu,” kata Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi,Kamis (21/3).

Menurut Hadi, hasil olah TKP akan menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk mengetahui apakah dugaan ada kesengajaan dari oknum tertentu bisa terbukti atau tidak.

Menurut Hadi, hasil olah TKP akan menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk mengetahui apakah dugaan ada kesengajaan dari oknum tertentu bisa terbukti atau tidak.

“Olah TKP dilakukan untuk menyelidiki awal titik api. Dari situ nanti akan ditelusuri perambatanya sampai dimana. Kemudian dari olah TKP itu apakah ada unsur kesengajaan atau tidak,” jelas Hadi.
 
Juru bicara Polda Sumut itu mengatakan, Polres Labuhan Batu bersama Polda Sumut tengah fokus melakukan penyelidikan dan pembuktian.
 
“Dalam prosesnya, penyidik akan mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi. Percayakan kepada polisi, mudah-mudahan kasusnya dapat segera terungkap,” ujarnya.

Junaidi Marpaung merupakan seorang warga yang berprofesi sebagai jurnalis. Kuat dugaan kebakaran yang menimpa rumah dan mobilnya karena berkaitan dengan aktivitasnya melakukan investigasi terkait dugaan peredaran narkoba. Sebelum kejadian kebakaran tersebut, Junaidi sempat diancam melalui akun media sosial seseorang.
 
Kombes Hadi Wahyudi menegaskan, wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dilindungi undang-undang. Bilamana akibat pemberitaan ada masyarakat yang merasa dirugikan agar tidak melakukan main hakim sendiri. Namun agar ditempuh dengan mekanisme yang berlaku sesuai UU No 40 Tahun 1999.
 
“Bila terjadi kekerasan terhadap wartawan, polisi hadir. Pelaku akan diberikan tindakan hukum sesuai  hukum yang berlaku,” pungkasnya.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya