Berita

Kegiatan KPU Kabupaten Kendal/RMOLJateng

Nusantara

Ketua KPU Kendal Bangga Partisipasi Masyarakat pada Pilpres 2024 Capai 85,7 Persen

RABU, 20 MARET 2024 | 00:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tingkat partisipasi masyarakat di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terbilang luar biasa tinggi. Dari total pemilih 681.918 orang untuk Pemilihan Presiden (Pilpres), tingkat partisipasi mencapai rata-rata 85,7 persen.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal, Khasanudin, mengungkapkan hasil ini dengan bangga.

Menurut Khasanudin, partisipasi masyarakat Kendal pada Pemilu 2019 sebelumnya mencapai 81,97 persen. Dengan peningkatan sebesar 3 persen, Pemilu 2024 menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi.


Tidak hanya pada pemilihan presiden, partisipasi yang tinggi juga terlihat pada pemilihan anggota legislatif. Pada Pemilihan anggota DPR RI berada di angka 85,6 persen dari 618.752 pemilih. Pemilihan DPD RI menyentuh 85,7 persen dari 681.883 pemilih.

Kemudian pemilihan DPRD Jawa Tengah capai 85,6 persen dari 681.723 pemilih. Pemilihan DPRD Kabupaten Kendal mencapai 85,6 persen dari 681.388 pemilih.

Meskipun bangga dengan tingkat partisipasi yang tinggi, Khasanudin mengakui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan ini memerlukan penelitian lebih lanjut.

"Tidak hanya peran KPU dalam melakukan sosialisasi, tetapi juga faktor-faktor lain yang perlu dipahami," ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Selasa (19/3).

Sementara itu, KPU belum memberikan arahan khusus mengenai target partisipasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kendal. Namun, diharapkan partisipasi masyarakat pada Pilkada Kendal 2024 setidaknya sama dengan atau lebih tinggi dari Pilkada 2020.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya