Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Net

Bisnis

Penerimaan Pajak Tembus Rp269 T, Sri Mulyani: Ekonomi Masih Stabil

SELASA, 19 MARET 2024 | 14:56 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penerimaan pajak pada Februari 2024 tercatat masih senilai Rp269,02 triliun, terkontraksi sebesar -3,9 persen bila dibandingkan dengan capaian penerimaan pajak pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal itu dijelaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (19/3).
 
"Penerimaan pajak sampai akhir Februari Rp269 triliun. Kalau dilihat PPh nonmigas sudah tercapai Rp147,26 triliun. Untuk PPN/PPnBM itu 13,37 persen dari target atau Rp108,48 triliun," ujar Sri Mulyani.


Realisasi PBB dan pajak lainnya hingga Februari 2024 masih senilai Rp2,02 triliun, sedangkan realisasi PPh migas sudah mencapai Rp11,25 triliun.

Secara lebih terperinci, realisasi PPh badan hingga Februari 2024 mencapai Rp37,66 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 16,1 persen terhadap total penerimaan pajak. Adapun realisasi PPh Pasal 21 tercatat sudah mencapai Rp43,3 triliun dan berkontribusi sebesar 16,1 persen.

Selanjutnya, realisasi PPN dalam negeri hingga Februari 2024 tercatat mencapai Rp62,62 triliun dan berkontribusi sebesar 23,3 persen. Realisasi PPN impor tercatat sudah mencapai Rp40,84 triliun, berkontribusi sebesar 15,2 persen.

"Kalau mengharapkan pertumbuhannya seperti 2022 dan 2023 tidak realistis. Faktanya kita berada pada baseline tinggi dan tetap terjaga positif dengan kondisi global makin melemah, ini adalah sesuatu yang cukup kita syukuri," ujarnya.

Meski penerimaan pajak secara neto tercatat turun, Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak secara bruto sesungguhnya masih bertumbuh. Hal ini menandakan aktivitas perekonomian masih berjalan normal.

"Kita cukup punya harapan bahwa penerimaan pajak secara bruto itu trennya masih positif. Ini menggambarkan kita masih punya harapan bahwa ekonomi kita masih berdegup baik, stabil, dan relatif positif," pungkas Sri Mulyani.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya