Berita

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden/Net

Dunia

Peringati Netanyahu, Biden: Serangan di Rafah adalah Sebuah Kesalahan

SELASA, 19 MARET 2024 | 09:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rencana serangan darat yang hendak dilancarkan Israel ke wilayah Rafah Gaza, mendapat penentangan keras dari sekutunya Amerika Serikat.

Presiden AS, Joe Biden berulangkali memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa invasi ke Rafah akan membahayakan jutaan pengungsi di sana.

Terbaru, Biden menyebut operasi militer besar-besaran ke Rafah akan menjadi sebuah kesalahan yang berdampak buruk bagi negara itu.


Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan pada Senin (18/3) mengatakan bahwa peringatan itu disampaikan Biden dalam sebuah sambungan telepon dengan Netanyahu.

Dikatakan Sullivan, dalam kesempatan itu Biden menjelaskan mengapa dia sangat prihatin dengan prospek Israel melakukan operasi militer besar-besaran di Rafah.

Menurutnya, serangan itu akan mengakibatkan korban sipil semakin banyak dan memperburuk krisis kemanusiaan Gaza.

Israel juga akan terdampak dan terisolasi dari dukungan internasional.

“Operasi darat besar-besaran di sana merupakan suatu kesalahan," ujar Sullivan, merujuk pada imbauan Biden pada Netanyahu, seperti dimuat AFP.

Lebih lanjut, Sullivan mengatakan, Biden telah meminta Netanyahu untuk mengirimkan delegasi ke Amerika Serikat untuk mengetahui rencana serangan Israel ke Rafah. Netanyahu juga telah menyetujui permintaan Biden.

Israel memulai pemboman tanpa henti di Gaza, bersamaan dengan serangan darat, setelah serangan Hamas pada 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menyebabkan sekitar 1.160 orang tewas di Israel.

Hamas juga menyandera sekitar 130 di antaranya diyakini Israel masih berada di Gaza, termasuk 33 orang yang diduga tewas.

Sementara itu, menurut menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hampir 32.000 orang telah tewas di Gaza sejak perang dimulai, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya