Berita

Ilustrasi/Net

Global

Hari Kedua Pemilu Rusia, Partai Putin Jadi Korban Serangan Siber

MINGGU, 17 MARET 2024 | 13:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Serangan siber menargetkan situs web milik partai yang berkuasa di Rusia, United Russia pada Sabtu (16/3).

Mengutip kantor berita Rusia RIA, serangan itu terjadi di tengah gelaran pemilihan umum Rusia yang telah memasuki hari ke dua.

United Russia, partai yang mengusung Vladimir Putin menjadi presiden dalam pemilu sebelumnya menuduh Ukraina sebagai dalang dari serangan siber tersebut.


Kendati demikian, mereka tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim ini.

"Partai United Russia menghadapi serangan siber yang telah melumpuhkan lalu lintas web dan menghentikan layanan lainnya," ungkap partai tersebut dalam sebuah pernyataan. 

Kementerian Luar Negeri Rusia juga memberikan pendapat yang sama terhadap serangan siber pada United Russia.

Mereka ikut menuduh Ukraina  yang mencoba mengganggu proses pemungutan suara untuk menjilat sekutu Baratnya.

"Kyiv telah mengintensifkan aktivitas terorisnya sehubungan dengan pemilu untuk menunjukkan aktivitasnya kepada pihak Barat dan untuk meminta lebih banyak bantuan keuangan dan senjata mematikan," kata Kemlu Rusia.

Pemilu Rusia tahun ini terjadi di tengah perang yang masih berkecamuk dengan Ukraina.

Rusia mengklaim pesta demokratisnya telah diganggu oleh serangan drone Ukraina di wilayah pendudukan, seperti Zaporizhzhia dan Avdiivka.

Belum lagi, kelompok pemberontak Rusia yang melakukan manuver bersenjata di wilayah perbatasan Belgorod dan kursk baru-baru ini.

Sementara di dalam negeri, gangguan selama pemilu Rusia juga ramai dilaporkan.

Ketua KPU Ella Pamfilova mengatakan, dalam dua hari pertama pemungutan suara telah terjadi 20 insiden warga yang mencoba merusak lembar suara dengan menuangkan berbagai cairan ke dalam kotak suara, serta delapan kasus percobaan pembakaran dan bom asap.

Mantan pemimpin Rusia Dmitry Medvedev mengecam mereka yang melakukan serangan itu sebagai “pengkhianat”.

"Semua bajingan yang melakukan kejahatan di atau dekat TPS (pembakaran, vandalisme, dan lainya) harus ingat bahwa mereka dapat dimintai pertanggungjawaban. Mereka adalah pengkhianat,” tulisnya di layanan pesan Telegram.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya