Berita

Juru bicara junta Niger, Amadou Abdramane/Net

Dunia

Junta Niger Putus Kerjasama Militer dengan AS

MINGGU, 17 MARET 2024 | 09:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perjanjian kerjasama militer dengan Amerika Serikat yang terbentuk sejak 2012 lalu, kini telah diputus secara sepihak oleh Junta Niger.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (17/3), juru bicara pemerintah Niger, Amadou Abdramane mengatakan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk mengakhiri kerjasama militer dengan AS.

Dikatakan bahwa keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan aspirasi dan kepentingan rakyat.


"Secara bertanggung jawab (Niger) memutuskan untuk segera mengakhiri perjanjian yang mengizinkan personel militer AS dan pegawai sipil dari Departemen Pertahanan Amerika berada di wilayah Niger," ungkapnya, seperti dimuat AFP.

Lebih lanjut, Abdramane mengungkap bahwa sudah tidak ada kesesuaian dengan AS. Di mana Washington disebut menolak mengikuti protokol diplomatik dan tidak memberi tahu Niger tentang komposisi delegasi.

Terlebih, menurut penuturan Abdramane, kehadiran pasukan AS di wilayah Niger adalah tindakan ilegal.

"Tindakan AS memberikan kondisi yang tidak menguntungkan bagi Niger, khususnya dalam hal kurangnya transparansi mengenai kegiatan," ungkapnya.

Sejak diambil alih oleh junta militer, Niger mulai menjauhkan diri dari Barat. Sebelum AS, negara itu juga membatalkan dua kemitraan keamanan dan pertahanan dengan Uni Eropa tahun lalu.

Junta Niger justru bergerak menjalin kerjasama dengan Afrika Barat dan Rusia, tampak melalui penandatangan MoU penguatan kerjasama militer Desember 2023.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya