Berita

Menko PMK, Muhadjir Effendy, menengok salah satu warga Sumatera Barat yang tengah dirawat karena terdampak banjir bandang dan longsor/Ist

Nusantara

Muhadjir Pastikan Warga Terdampak Bencana di Sumbar Tertangani

SABTU, 16 MARET 2024 | 18:17 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy blusukan di Bumi Minangkabau, Sumatera Barat, cek penanganan bencana banjir bandang dan longsor di wilayah itu.
 
Didampingi Wagub Audy Joinaldy dan Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, Muhadjir meninjau dua daerah terparah terdampak banjir dan longsor, yaitu Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Padang Pariaman.
?
Sejak pagi sampai petang Menko PMK dan jajaran menyusuri dan melihat permasalahan banjir dan longsor. Dia cek lokasi di Kabupaten Pesisir Selatan, daerah terdampak paling parah.


Daerah itu diapit bukit-bukit dan sungai, hingga menjadikannya daerah terparah, karena banjir bandang akibat hujan intensitas tinggi selama beberapa hari menyebabkan infrastruktur jalan tertutup longsor, dan jembatan terkikis.

Kabupaten Pesisir Selatan banyak rumah warga rusak akibat terendam banjir dan sedimentasi lumpur. Dalam perjalanan menuju Pesisir Selatan, Menko PMK melihat berbagai penanganan tanggap darurat sudah dilakukan dengan baik oleh pemerintah pusat dan daerah.

Menko PMK melihat pemerintah pusat bergerak cepat dan menginventarisir berbagai masalah. Kementerian PUPR telah menangani jalan yang tertutup longsor dan jembatan yang rusak. BNPB dan Kemensos telah menyalurkan bantuan akomodasi dan logistik berupa bantuan pangan, sandang, dan tenda darurat.

"Penanganan sudah bagus, baik pihak pemerintah provinsi, kabupaten, dan pusat. Yang kita prioritaskan, memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi, terutama pangan," kata Muhadjir, seperti dikutip dari rilis Kemenko PMK, Sabtu (16/3).

Selanjutnya Menko PMK mengunjungi lokasi terdampak banjir bandang dan longsor parah di Kampung Ampalu, Nagari Gantiang Mudiak Selatan Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.

Di sepanjang jalan menuju daerah itu, dia menyaksikan dampak bencana, seperti bekas longsor yang menutupi jalan, akses jalan rusak dan terputus, endapan lumpur, dan rumah yang masih dipenuhi sedimentasi.

Bantuan telah diterima

Muhadjir juga mengunjungi rumah warga terdampak dan menanyakan bantuan. Mereka mengaku telah menerima bantuan logistik dan akomodasi dari BNPB dan Kemensos. Mereka juga berharap mendapat bantuan alat-alat dapur, dan rumahnya diperbaiki lebih layak.

Menko PMK mengatakan, rumah warga yang rusak akan dibantu pemerintah pusat melalui BNPB, Kementerian PUPR dan Pemerintah Daerah. Dia juga memastikan, pemerintah akan terus memenuhi kebutuhan logistik bagi warga selama masa darurat.

"Yang penting para korban mendapat kepastian layanan kebutuhan dasar. Kalau sanitasi saya lihat tidak terlalu mengkhawatirkan," ucapnya.

Pemerintah pusat, sambungnya, mengupayakan solusi permanen supaya bencana banjir bandang dan tanah longsor tidak terulang. Untuk rumah warga yang rawan bencana akan didata dan diupayakan relokasi, supaya tidak terkena bencana kembali.

"Terutama wilayah aliran sungai yang terjadi pendangkalan, harus kita normalkan kembali, dan itu pembiayaan tidak bisa dibebankan ke Pemda setempat, harus ada afirmasi dari pusat melalui Dana Kemen PUPR dan Dana Alokasi Khusus atau dana siap pakai BNPB," katanya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya