Berita

Donald Trump dan Xi Jinping dalam pertemuan G20 di Jepang, 2019.

Dunia

Trump Pernah Perintahkan Operasi Hantu untuk Hadapi Xi Jinping

SABTU, 16 MARET 2024 | 16:48 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Donald Trump disebutkan pernah memberi wewenang kepada Central Intelligence Agency (CIA) untuk melakukan kampanye klandestein atau bawah tanah di media sosial China yang bertujuan mengubah opini publik China terhadap pemerintah Amerika Serikat.

Perintah untuk Operasi yang sangat rahasia itu disampaikan Trump di tahun kedua dirinya menduduki kursi Presiden AS. Upaya yang dimulai pada tahun 2019 ini belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Reuters melaporkan, menurut tiga mantan pejabat yang mengetahui operasi rahasia ini, CIA membentuk tim kecil yang menggunakan identitas palsu di internet untuk menyebarkan narasi negatif tentang pemerintahan Xi Jinping sambil membocorkan informasi intelijen.


Selama dekade terakhir, China dengan cepat memperluas jejak global, menjalin pakta militer, kesepakatan perdagangan, dan kemitraan bisnis dengan sejumlah negara berkembang.

Tim CIA mempromosikan tuduhan bahwa anggota Partai Komunis China yang berkuasa menyembunyikan uang haram di luar negeri dan mengecam Belt and Road Initiative (BRI) yang korup dan boros, yang menyediakan pembiayaan untuk proyek infrastruktur di negara berkembang.

Meskipun menolak memberikan rincian spesifik mengenai operasi ini, mereka mengatakan bahwa narasi yang meremehkan itu didasarkan pada fakta meskipun secara diam-diam dirilis oleh agen intelijen dengan kedok palsu.

Upaya-upaya di China dimaksudkan untuk menimbulkan paranoia di antara para pemimpin tinggi di sana, sehingga memaksa pemerintahnya mengeluarkan sumber daya untuk mengejar ke dalam internet yang dikontrol ketat di Beijing, kata dua mantan pejabat.

“Kami ingin mereka mengejar hantu,” kata salah satu mantan pejabat tersebut.

Chelsea Robinson, juru bicara CIA, menolak berkomentar mengenai keberadaan program ini, pengaruh, tujuan dan dampaknya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan berita tentang inisiatif CIA menunjukkan pemerintah AS menggunakan “ruang opini publik dan platform media sebagai senjata untuk menyebarkan informasi palsu dan memanipulasi opini publik internasional.”

Operasi CIA ini dilakukan sebagai respons terhadap upaya rahasia China yang agresif selama bertahun-tahun yang bertujuan meningkatkan pengaruh globalnya, kata sumber tersebut. Selama masa kepresidenannya, Trump memberikan tanggapan yang lebih keras terhadap China dibandingkan pendahulunya.

Kampanye CIA mengisyaratkan kembalinya metode yang menandai perjuangan Washington melawan bekas Uni Soviet. “Perang Dingin telah kembali,” kata Tim Weiner, penulis buku tentang sejarah perang politik.



Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya