Berita

Ketua DPRD Kudus Masan (kaos garis-garis) memantau dan memimpin aksi gotong royong meninggikan tanggul di sungai Wulan/RMOLJateng

Nusantara

Ketua DPRD Kudus Kesal Pj Bupati Lamban Tangani Banjir Tahunan

SABTU, 16 MARET 2024 | 06:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kerja Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Hasan Chabibie, dinilai lamban dalam mengantisipasi dan menangani banjir yang melanda wilayahnya.

Salah satu hal yang dikritisi Ketua DPRD Kudus, Masan, adalah lambannya pemangkasan pohon-pohon peneduh yang berada di tepian jalan di Kabupaten Kudus. Akibatnya, banyak pohon bertumbangan saat dihantam hujan dan angin dalam beberapa hari terakhir.

Kekesalan tersebut diungkapkan Masan saat memantau ketinggian banjir di sepanjang Sungai Wulan Kudus, Sabtu dinihari (16/3) pukul 02.00 WIB.     


Menurut Masan, tindakan perimbasan (pemangkasan) pohon harus dilakukan Pemkab Kudus melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) setiap saat. Hal itu tidak harus menunggu musim hujan tiba seperti yang terjadi saat ini.

Untuk itu, Masan mendesak Pemkab Kudus segera membentuk tim khusus untuk melakukan perimbasan pohon.

"Jika alasannya jumlah petugas terbatas, tentunya Penjabat Bupati Kudus bisa melakukan langkah inisiatif dengan menggandeng pihak swasta, termasuk juga PLN,” ujar Masan, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Sabtu (16/3).

Tak hanya itu, Masan juga mendesak Pj Bupati Kudus segera mengambil langkah taktis untuk menangani persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah kecamatan di kabupaten setempat.

“Selain penguatan tanggul, luapan air sungai Piji dan Dawe yang memicu banjir di wilayah Kecamatan Mejobo perlu segera dieksekusi oleh Pemkab Kudus,” tegasnya.

Masan menyarankan Pemkab Kudus segera membangun cekdam di sungai Piji dan sungai Dawe. Setidaknya dibutuhkan minimal tiga titik cekdam untuk mengendalikan air sungai saat musim hujan.

“Ini persoalan kewenangan saja. Jika ada pelimpahan kewenangan kepada masyarakat desa, tentunya upaya penguatan tanggul bisa segera dilakukan," imbuhnya.

Dalam pemantauan Masan tadi malam, elevasi air terus menunjukkan peningkatan di Sungai Wulan akibat intensitas hujan tinggi. Kondisi ini, membuat ribuan warga di Kecamatan Undaan yang tinggal di sepanjang tanggul kanan Sungai Wulan pun khawatir.

Masan pun memantau dan memimpin langsung kegiatan gotong royong warga untuk meninggikan tanggul di sungai setempat. Satu unit alat berat dikerahkan memperkuat proses peninggian tanggul.

Peninggian tanggul secara swadaya warga, dilakukan di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan. Diharapkan dengan peninggian tanggul itu, maka luapan Sungai Wulan tidak menggenangi pemukiman warga.

"Untuk tanggul perlu penguatan, agar warga tak selalu waswas setiap musim hujan. Banjir di Kudus ini kan persoalan rutin tahunan, seharusnya penanganannya seperti apa, dan seharusnya sudah paham, tinggal eksekusinya," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya