Berita

Capres Nomor Urut 1 Anies Baswedan/RMOL

Politik

Anies Tunggu Hasil Akhir Meski Prabowo-Gibran Resmi Menang di 24 Provinsi

JUMAT, 15 MARET 2024 | 15:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut  2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tercatat unggul di 24 provinsi berdasarkan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menanggapi hal ini, Calon Presiden Nomor Urut 1 Anies Baswedan meminta semua pihak untuk menunggu hasil akhir yang akan diumumkan KPU pada Rabu mendatang (20/3).

"Kita lihat nanti hasilnya secara keseluruhan," kata Anies usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Kubah Emas, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (15/3).


Dengan melihat hasil Pilpres 2024 secara keseluruhan, kata Anies, nantinya bisa dilihat evaluasi yang lebih komprehensif terhadap berjalannya kontestasi politik tersebut.

"Kita akan lihat nanti bagaimana pelaksanaannya apa-apa saja yang perlu diperbaiki, apa-apa saja yang perlu dikoreksi supaya pemilu kita makin hari makin berkualitas," jelas Anies.

Capres yang diusung Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Kebangkitan Bangsa itu menegaskan, pemilu harus terhindar dari cara kotor dari pihak penguasa. Sehingga, ia berharap, pemilu benar mencerminkan aspirasi rakyat

"Kita ingin agar rakyat memiliki kebebasan memilih tanpa tekanan dan tanpa bayaran atau imbalan karena praktik-praktik seperti itu luas sekali keluhannya," tukas Anies.

Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) diketahui unggul di satu provinsi. Di Sumbar, Amin meraih 1.744.042 suara atau 56,52 persen dari total suara sah di provinsi tersebut. Sedangkan Prabowo-Gibran meraih 1.217.314 suara atau 39,45 persen.

Adapun di 24 provinsi lainnya, Prabowo-Gibran menang dengan raihan suara di atas 50 persen, kecuali di DKI Jakarta. Di Jakarta, Prabowo-Gibran meraih 2.692.011 suara atau 41,66 persen, unggul tipis dibanding Anies-Muhaimin yang mengoleksi 2.653.762 suara atau 41,07 persen.



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya