Berita

Ilustrasi pembayaran digital.

Bisnis

Nepal Gandeng NIPL Bangun Sistem Pembayaran Terintegrasi Regional

KAMIS, 14 MARET 2024 | 12:00 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Perusahaan Nepal, Fonepay Payment Service Ltd., dan perusahaan India, NPCI International Payments Ltd (NIPL), bekerjasama menghadirkan sistem pembayaran terintegrasi Unified Payment Interface (UPI) yang menghubungkan kedua negara.

Komitmen kerjasama ini telah disusun dalam di Global Fintech Fest yang diselenggarakan di India pada September tahun lalu.

Seperti dikutip dari Newswire, UPI beroperasi penuh dan siap memfasilitasi transaksi UPI person-to-merchant (P2M) berbasis kode QR antara kedua negara.


Pada tahap pertama, kemitraan ini memungkinkan konsumen India melakukan pembayaran UPI secara instan, aman, dan nyaman di berbagai toko bisnis di Nepal dengan menggunakan aplikasi yang mendukung UPI.

Pedagang yang diakuisisi oleh Jaringan Fonepay yang berpartisipasi dapat dengan lancar menerima pembayaran UPI dari pelanggan India.

Integrasi sistem pembayaran oleh NIPL dan Fonepay menandai perubahan revolusioner dalam transaksi lintas batas antara warga kedua negara, mengantarkan era baru kenyamanan dan efisiensi.

Pencapaian ini tidak hanya menandakan keberhasilan kemitraan antara dua operator sistem pembayaran namun juga melambangkan era baru koneksi dan kolaborasi digital antara kedua negara sahabat.

CEO NIPL, Ritesh Shukla, mengatakan kerjasama dengan Fonepay memungkinkan pembayaran UPI di Nepal.

“Inisiatif ini tidak hanya menandakan komitmen kami untuk berinovasi dalam bidang pembayaran digital namun juga mencerminkan dedikasi kami untuk menciptakan jalur perdagangan baru, memperkuat ikatan antara kedua negara. Kami membayangkan kemitraan ini akan menjadi katalisator bagi peningkatan inklusi keuangan dan kesejahteraan ekonomi di kawasan ini, dan kami bersemangat untuk memulai perjalanan transformasi ini bersama-sama,” urai Shukla.

Sementara CEO Fonepay, Diwas Kumar, mengatakan dirirnya yakin solusi pembayaran lintas batas ini secara signifikan akan meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, dan pariwisata antara kedua negara.

“Dan pada akhirnya mendorong kemakmuran ekonomi. dan kemajuan. Solusi pembayaran lintas negara yang lancar sejalan dengan komitmen kami untuk mendorong ekonomi digital ke tingkat tertinggi, dan kami mengantisipasi dampak positif terhadap perekonomian lokal dan regional,” demikian Kumar.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya