Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Amin AK/Net

Politik

Impor Beras Tinggi Jelang Pemilu, Amin AK Pertanyakan Kenapa Masih Mahal

RABU, 13 MARET 2024 | 20:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah melakukan impor beras secara besae-besaran jelang perhelatan Pemilu 2024 kemarin dan harganya melambung tinggi.

Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi Komisi VI DPR RI lantaran pemerintah dianggap tidak mampu mengendalikan harga beras di pasaran.

"Sekarang musim panen bergeser, ada El Nino, dsb. Sehingga memang terjadi kelangkaan. Tapi impor kita kan sangat besar ya, lebih besar dari impor-impor sebelumnya, bahkan menjelang Pemilu 2019," kata anggota Komisi VI DPR RI Amin AK ketika rapat dengan Kemendag, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (13/3).


"Saya memang cermati, impor beras jelang pemilu itu tinggi pak tapi yang sekarang ini yang tertinggi," sambungnya.

Legislator dari Fraksi PKS ini mengaku heran, pemerintah melakukan impor beras dengan volume tinggi tapi harga di pasaran juga tinggi yang seharusnya bisa rendah.

Terlebih, beras impor tersebut beberapa bulan ke belakang mengalami kelangkaan di pasar komersil.

"Tapi yang jadi masalah adalah ketika impor tinggi, walaupun tadi okelah musim panen bergser dsb, itu timbul kelangkaan dan harganya sangat mahal. Ini real pak. Karena kita juga turun ke lapangan," ujarnya.

"Ini tentu menjadi pertanyaan untuk kita," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya