Berita

Perdana Menteri Haiti Ariel Henry/Net

Global

Negara Makin Kacau, PM Haiti Ariel Henry Setuju Mundur

SELASA, 12 MARET 2024 | 17:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah kerusuhan antar geng dan militer yang terus meningkat, Perdana Menteri Haiti Ariel Henry akhirnya setuju untuk mengundurkan diri.

Kabar itu diungkap oleh Presiden Guyana Irfaan Ali setelah konferensi digelar antara Kepala Pemerintahan Komunitas Karibia (CARICOM) bersama pemangku kepentingan Haiti di Jamaika pada Selasa (12/3).

"Dengan ini, kami mengakui pengunduran diri Perdana Menteri Ariel Henry untuk membentuk dewan presiden transisi dan menunjuk perdana menteri sementara," ujar Ali, seperti dimuat AFP.


Pertemuan internasional itu digelar untuk mempercepat transisi politik di negar yang dikuasai geng-geng bersenjata setelah presidennya dibunuh hampir dua tahun lalu.

Dalam pidato video pengunduran dirinya, Henry mendesak masyarakat Haiti untuk tetap tenang.

"Saya ingin berterima kasih kepada rakyat Haiti atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya. Saya meminta seluruh warga Haiti untuk tetap tenang dan melakukan segala yang mereka bisa agar perdamaian dan stabilitas dapat kembali secepat mungkin," ujarnya.

Berdasarkan hasil kesepakatan konferensi, setelah Henry mundur kepemimpinan Haiti akan dipegang oleh dewan transisi, terdiri dari tujuh anggota yang mewakili berbagai gerakan Haiti dengan hak untuk memilih dan dua pengamat tanpa hak memilih.

Dewan itu akan menjalankan sejumlah kewenangan presiden untuk sementara dan bertindak berdasarkan suara mayoritas.

“Pemerintahan yang saya pimpin akan segera mengundurkan diri setelah pelantikan dewan [transisi],” kata Henry.

Pengunduran dirinya diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari mendatang.

Kelompok CARICOM yang beranggotakan negara-negara Karibia telah menyatakan dengan jelas bahwa Henry dipandang sebagai hambatan bagi stabilitas Haiti dan bahwa ia harus mundur agar pergerakan ke dewan transisi dapat dimulai.

Henry yang seharusnya memimpin negara itu untuk sementara waktu sejak Juli 2021 setelah pembunuhan mantan Presiden Jovenel Moïse, telah berulang kali menunda pemilu, dengan mengatakan keamanan harus dipulihkan terlebih dahulu.

Banyak warga Haiti mempertanyakan dia memerintah negaranya selama ini tanpa presiden terpilih.

Geng-geng bersenjata berat memperketat cengkeraman mereka di jalan-jalan ibu kota Port-au-Prince, dan menyerang penjara utama untuk membantu ribuan narapidana melarikan diri.

Ibu kota Port-au-Prince dan wilayah sekitarnya berada dalam keadaan darurat selama sebulan, sementara jam malam telah diperpanjang.

Mantan Haiti, Matthias Pierre menyampaikan bahwa kondisi negaranya saat ini sudah sangat genting. Militer dan kepolisian nasional juga sudah kewalahan menghadapi pemberontakan geng.

"Pasukan polisi lemah, dan lebih dari 40 kantor polisi dihancurkan. Tentara sangat terbatas dan tidak memiliki perlengkapan; anggota geng menduduki sebagian besar pusat kota [Port-au-Prince] dan beberapa markas besar pemerintah," ungkapnya.

Pierre memperkirakan bahwa kondisinya akan semakin memburuk jika dibiarkan dan warga Haiti akan kehabisan makanan, obat-obatan senjata dukungan medis akibat kekacauan tersebut.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya