Berita

Keluarga Keraton Kasepuhan saat menabuh bedug menyambut awal Ramadan 1445 Hijriah/RMOLJabar

Nusantara

Tradisi Dlugdag Tandai Awal Ramadan di Keraton Kasepuhan Cirebon

SENIN, 11 MARET 2024 | 19:28 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tradisi Dlugdag yaitu menabuh bedug yang diberi nama Samogiri masih terus dipertahankan Keraton Kasepuhan Cirebon. Tradisi ini biasa dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja (PR) Goemelar Soeryadiningrat mengatakan, tradisi Dlugdag sudah ada sejak era Gusti Sinuhun Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Di mana Dlugdag sendiri adalah penanda masuknya bulan Ramadan.

"Sejak zaman Sunan Gunung Jati, tradisi Dlugdag sudah ada sebagai tanda masuknya bulan suci Ramadan. Kita selaku keturunan keraton wajib untuk melestarikan tradisi tersebut," kata PR Goemelar, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Senin (11/3).


Dituturkan PR Goemelar, tradisi Dlugdag sudah berumur ratusan tahun. Keraton Kasepuhan Cirebon mempunyai tradisi tersendiri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

"Dlugdag sendiri berarti menabuh bedug yang berada di area masjid di lingkungan keraton Kasepuhan Cirebon atau yang dinamakan dengan Langgar Agung. Prosesi Dlugdag dilaksanakan setelah salat Ashar," jelasnya.

PR Goemelar menjelaskan, terdapat 4 sampai 5 orang yang turut menabuh bedug. Lima orang tersebut merupakan Sultan, Penghulu Keraton Kasepuhan, dan beberapa keluarga Keraton lainnya. Di mana ketukan Dlugdag itu sendiri merupakan lantunan dzikir dan shalawat.

"Pukulan bedug pertama membaca Lailahaillallah Muhammadarrasulullah sebanyak dua kali. Pukulan kedua membaca Allah sebanyak tujuh kali. Pukulan ketiga membaca La Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim," terangnya.

Adapun tradisi lain di Keraton Kasepuhan Cirebon selama bulan Ramadan di antaranya pada malam ke-20 Ramadan atau yang biasa disebut malam likuran (ganjil), di dalam Keraton Kasepuhan menyalakan lilin untuk menyambut malam Lailatul Qadar.

Adapun proses penabuhan bedug biasanya dilakukan oleh Sultan Sepuh Kasepuhan beserta keluarga Keraton. Namun pada Ramadan 1445 Hijriah/2024 ini, penabuhan bedug dilakukan oleh Patih Sepuh Keraton Kasepuhan bersama dengan keluarga.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya