Berita

Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno/RMOL

Politik

PAN Ogah Komentari Rumor Bagi-bagi Kursi Kabinet Prabowo-Gibran

SENIN, 11 MARET 2024 | 13:58 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP Partai Amanat Nasional (PAN) menolak menanggapi percaturan kabinet pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Rakayang sudah dinyatakan menang Pilpres 2024 versi hasil hitung cepat atau quick count.

Pasalnya, belakangan muncul kabar PAN mendapatkan dua kursi di kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran kelak.

Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno mengungkapkan bahwa partainya hingga saat ini masih fokus mengawal rekapitulasi suara Pilpres dan Pileg 2024 untuk kemenangan PAN.


“Saat ini kami sedang berfokus untuk mengawal rekapitulasi perhitungan suara Pilpres dan Pileg bagi PAN di seluruh Indonesia,” ucap Eddy kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (11/3).

Saat ditanya lebih jauh mengenai apakah PAN rela jika ada parpol yang bukan pendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 namun masuk kabinet, Eddy masih enggan menjawab pernyataan tersebut.

Pasalnya, beredar kabar Partai Nasdem pun bakal mendapatkan jatah dua kursi di kabinet Prabowo-Gibran. Namun, kabar ini sudah dibantah tegas oleh Ketua DPP Partai Nasdem Taufik Basari alias Tobas.

“Enggak ada. Kata siapa itu? Makanya kok ada gosip-gosip seperti itu ya,” tegas Ketua DPP Partai Nasdem Taufik Basari kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/3).

Tobas juga membantah bahwa saat ini ada ajakan dari pihak tertentu untuk mengurungkan pengajuan hak angket DPR terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024.

“Enggaklah (angket) ini berjalan secara natural saja,” kata Tobas.



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya