Berita

Logo Partai Persatuan Pembangunan (PPP)/RMOL

Politik

PPP Lebih Pilih Lolos Parlemen Ketimbang Angket

KAMIS, 07 MARET 2024 | 12:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sikap acuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terhadap rencana penggunaan angket dugaan kecurangan Pemilu Serentak 2024 dinilai pragmatis.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, berpendapat, PPP cari aman agar bisa lolos parlemen, sebab itu tidak ikut menyuarakan angket saat Rapat Paripurna (Rapur) DPR, beberapa waktu lalu.

"Tampaknya PPP realistis, lebih memikirkan agar lolos parlemen, ketimbang membesarkan narasi kecurangan Pemilu 2024," jelas Efriza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/3).


Menurutnya, pilihan PPP berkoalisi dengan PDIP mengusung Ganjar-Mahfud tidak memberikan dampak signifikan terhadap perolehan suara mereka.

"Jadi PPP realistis, mereka nggak dapat efek ekor jas dari mengusung pasangan Ganjar-Mahfud, malah kini berada di posisi bawah," tuturnya.

Memperhatikan itu, Efriza meyakini PPP tak pusing dengan rencana PDIP dan sejumlah partai politik yang hendak menyuarakan angket.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya