Berita

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati/Net

Bisnis

Sri Mulyani: Investasi pada SDM Indonesia Semakin Penting dan Mendesak

RABU, 06 MARET 2024 | 12:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Investasi pada sumber daya manusia di Indonesia harus selaras dengan perubahan, tantangan, dan peluang yang ada.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, bagi Indonesia, investasi pada sumber daya manusia tidak hanya diperlukan, namun hal ini menjadi semakin mendesak.

"Kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, dan bagaimana kita akan menyediakan pembangunan infrastruktur, termasuk layanan dasar sangatlah penting,” kata Menkeu dalam acara Mandiri Investment Forum 2024 yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (5/3).


Ia juga mengingatkan bahwa APBN memainkan peran yang sangat penting dalam mengarahkan dan membentuk kebijakan, terutama terkait dengan pembangunan berkelanjutan.

“Kebijakan fiskal harus kredibel dan sehat, juga harus responsif," katanya, dikutip dari laman Kemenkeu, Rabu (6/3).

Kesehatan dan kredibilitas kebijakan fiskal merupakan syarat yang diperlukan agar Indonesia dapat menggunakan alat fiskal untuk mengatasi berbagai permasalahan struktural yang sangat sulit dan mendasar di Indonesia, termasuk dalam hal ini perubahan iklim dan sumber daya manusia, sambung Sri Mulyani.

Menurutnya, Indonesia harus memastikan bahwa seluruh instrumen fiskal, baik dari sisi pendapatan, belanja, dan pembiayaan mampu menciptakan stabilitas alokasi dan distribusi.  

Salah satu hal yang tidak kalah pentingnya, kata Sri Mulyani, adalah menciptakan pemerataan layanan, khususnya bagi setiap anak agar dapat terus menikmati kualitas layanan dasar yang sama.

"Jadi, setiap bayi dan anak yang tinggal di wilayah Indonesia mana pun berhak mendapatkan layanan yang lebih berkualitas, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ini adalah salah satu tantangan paling penting dalam perangkat fiskal kita,” kata Sri Mulyani.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya