Berita

Duta Besar RI Nana Yuliana bersama WNI di Haiti/Ist

Global

Haiti Mencekam, KBRI Havana Imbau WNI Tak Keluar Rumah

SELASA, 05 MARET 2024 | 10:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Situasi di ibukota Haiti, Port au Prince, memanas dan semakin mencekam dengan krisis politik dan keamanan yang semakin buruk.

Kisruh politik terjadi sejak awal Februari 2024, ketika Perdana Menteri Ariel Henry tidak memenuhi janji untuk melaksanakan pemilu dengan alasan situasi keamanan Haiti yang belum kondusif.

Menanggapi situasi ini, KBRI Havana mengimbau tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Port au Prince untuk waspada dan tidak keluar rumah. Mereka tinggal di ibukota Haiti sebagai spa terapis.


"Sampai saat ini mereka dalam keadaan aman dan tempat mereka bekerja jauh dari wilayah konflik," kata KBRI Havana dalam keterangan yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/3).

Sementara itu, Duta Besar Nana Yuliana menyebut pihaknya telah menyiapkan rencana strategi perlindungan WNI.

Pertama, mengeluarkan imbauan kepada WNI agar tidak keluar rumah dan waspada menghindari daerah konflik, serta menghubungi hotline KBRI jika terjadi hal-hal yang membahayakan.

Kedua, menyiapkan evakuasi darat ke negara tetangga, Republik Dominikana, yang terletak sekitar 63 km atau 1 jam perjalanan dari Haiti.

Ketiga, mendorong WNI untuk keluar dari Haiti dan mencari pekerjaan di negara Karibia lainnya yg lebih aman.

Situasi Haiti Mencekam

Saat ini geng kriminal bersenjata telah menguasai 80 persen wilayah Port au Prince. Hal ini membuat situasi sangat mencekam, dengan kasus pembunuhan dan tindak kekerasan lain seperti penjarahan hingga pembakaran rumah meningkat.

Aksi geng kriminal ini membuat bandara, kantor pemerintahan, hingga sekolah dan pertokoan di ibukota ditutup. Sebagai upaya membela diri, warga sipil membawa senjata dan menutup jalan untuk mencegah masuknya geng.

Melalui Resolusi DK PBB Nomor 2699/2023 tanggal 2 Oktober 2023, PBB telah memutuskan pengerahan pasukan polisi multinasional ke Haiti untuk memulihkan situasi.

Pasukan polisi yang rencananya dipimpin oleh Kenya ini termasuk berasal dari Bahama, Bangladesh, Barbados, Benin, dan Chad.

Hingga saat ini keberadaan PM Ariel Henry tidak diketahui. Sementara Haiti memberlakukan situasi darurat selama 72 jam sejak Senin (4/3).

Henry terakhir kali terlihat pada 29 Februari, ketika berkunjung ke Kenya untuk membahas kerjasama keamanan dan pasukan yang akan dikirim ke Haiti.

?Sementara Henry berada di Kenya, geng kriminal bersenjata menyerang  Penjara Nasional Port au Prince, menyebabkan sekitar 12 orang tewas dan 4.000 narapidana melarikan diri. Sebagian dari narapidana yang kabur merupakan anggota geng bersenjata.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya