Berita

Konferensi pers rebranding dan peluncuran logo baru PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk/Ist

Bisnis

Logo Baru, BTN Makin Percaya Diri

MINGGU, 03 MARET 2024 | 16:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Memasuki usianya ke-74, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan rebranding, salah satunya meluncurkan logo baru, simbol keberhasilan dan komitmen perseroan melanjutkan transformasi menjadi Bank yang lebih modern dan adaptif menghadapi digitalisasi.

Rebranding sejalan dengan transformasi perusahaan untuk menjadi The Best Mortgage Bank in South East Asia pada 2025. Logo baru diluncurkan pada gelaran BTN Anniversary Festival 2024, Minggu (3/3), di Indonesia Arena, Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, ulang tahun ke-74 dan peluncuran logo baru menjadi momentum bagi BTN untuk melakukan percepatan transformasi.


Erick berharap BTN mampu menjadi tumpuan solusi pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Saat ini 52 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan, dan diperkirakan meningkat jadi 70 persen pada 2035.

Menurutnya, pembiayaan untuk 600.000 unit rumah tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, karena secara keseluruhan, (kekurangan) perumahan di Indonesia masih bertengger di angka 12,7 juta.

“BTN tentu sudah luar biasa, dari 600 ribu rumah, sekarang sudah 300 ribu rumah yang BTN biayai. Tapi angka 1 juta sampai 1,5 juta rumah harus menjadi terobosan,” pintanya.

BTN, sambung dia, memiliki kapabilitas mencapai goal itu, karena kinerja yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi aset maupun penurunan kredit bermasalah, menandakan BTN bank dengan kesehatan yang baik.

"Perjalanan BTN luar biasa setelah mencapai usia ke-74. Pada 2019, ketika saya menjadi Menteri BUMN, hanya membukukan laba Rp200 miliar. Sekarang sudah mencapai Rp3,5 triliun. Berarti bank ini lebih sehat dan akan memberikan layanan yang juga sehat,” katanya.

Dia berharap BTN menjadi solusi perumahan masa depan anak muda, sehingga harus bekerja lebih keras dan menyusun strategi besar. “Nafas logo baru ini harus benar-benar dimaknai oleh seluruh BTNers dalam rangka menciptakan solusi backlog perumahan kita," kata Erick.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, yang juga hadir, mengatakan, logo merupakan bentuk tanggung jawab dan kredibilitas bagi sebuah organisasi, sehingga BTN harus menjaga makna yang dibawa logo baru.

"Garis merah yang dulu di bawah, sekarang berada di atas, artinya lebih sigap dan efisien. Sedangkan penggunaan huruf kecil berarti memasyarakat, sehingga BTN harus menjadi bank untuk rumah masyarakat," kata Basuki.

Sedang Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan, perubahan logo merupakan refleksi dari transformasi yang telah dilakukan BTN, di antaranya di ranah digital, untuk mendukung proses bisnis dan layanan, serta operasional kantor-kantor cabang yang lebih modern.

Dengan brand image yang lebih modern dan kekinian, BTN siap bersaing di level yang lebih tinggi dan menjadi bank pilihan utama bagi nasabah.

“Wajah baru ini diperlukan untuk mendukung pertumbuhan core business BTN sebagai bank terkemuka dalam pembiayaan perumahan secara berkelanjutan. Dengan logo baru di usia ke-74, BTN unjuk gigi sebagai one stop financial solution bagi masyarakat untuk bertransaksi, tak hanya pembiayaan perumahan tapi juga beyond mortgage,” katanya.

Nixon juga menegaskan, perubahan logo BTN efektif pada 3 Maret 2024, dengan beberapa catatan, pertama, tidak ada perubahan pada nama perseroan (PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk); kedua, tidak mempengaruhi kerja sama yang sedang berlangsung dan perjanjian yang telah disepakati, baik antara perseroan dengan nasabah maupun antara perseroan dengan pihak ketiga lainnya; ketiga, informasi lebih lengkap disampaikan melalui website BTN atau dapat menghubungi BTN Call.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya