Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Pegawai Honorer di Banyuasin 2 Bulan Belum Terima Gaji

KAMIS, 29 FEBRUARI 2024 | 04:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sudah dua bulan para tenaga honorer di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, Sumatera Selatan, hanya bisa gigit jari. Lantaran mereka belum menerima gaji tanpa alasan yang jelas.

Kondisi tersebut otomatis berpengaruh terhadap kehidupan para honorer, lantaran kebutuhan rumah tangga ikut tersendat akibat gaji belum dibayar.

"Belum (gajian) dua bulan, kurang tahu alasannya, " kata salah satu honorer kepada Kantor Berita RMOLSumsel di Pemkab Banyuasin, Rabu (28/2).


Kendati belum menerima hak, para honorer ini tetap melaksanakan pekerjaan di Setda Banyuasin dengan sebaik-baiknya.

"Kita tetap bekerja dengan giat, kendati belum dibayar gaji," imbuhnya.

Meski demikian, dia berharap gaji yang tertunggak itu bisa secepatnya dibayarkan.

"Itu harapan kami, karena kami butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari seperti membeli sembako dan lainnya,“ ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah, Yuni Khairani, ketika dikonfirmasi mengatakan kalau untuk gaji bulan Januari tidak ada masalah.

"Tapi untuk Februari belum (gajian) karena gaji honorer itu di ujung bulan, paling cepat awal bulan," terangnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya