Berita

Warga Banda Aceh alihkan anggaran belanja untuk membeli tahu dan tempe karena mahalnya harga ikan/Net

Nusantara

Dampak Ikan Mahal, Warga Aceh Beralih Konsumsi Tempe dan Tahu

RABU, 28 FEBRUARI 2024 | 01:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dalam beberapa pekan terakhir, harga ikan di Aceh terus menunjukkan kenaikan. Kondisi ini memaksa warga setempat mengalihkan belanja mereka ke tahu dan tempe demi memenuhi asupan protein.

“Biasanya tempe dan tahu hanya dibeli selingan. Kali ini malah diborong,” ungkap seorang pedagang di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh, Maulizar, kepada Kantor Berita RMOLAceh, Selasa (27/2).

Maulizar mengaku, tiap hari tempe dan tahu yang dijualnya selalu cepat habis. Para ibu rumah tangga, kata dia, memilih sumber protein nabati untuk mengakali mahalnya harga ikan.


Dituturkan Maulizar, masyarakat Aceh sebenarnya lebih dominan menjadikan ikan sebagai lauk pauk andalan. Sehingga, kenaikan harga ikan di pasaran banyak dikeluhkan oleh para ibi kepada penjual tempe.

“Kita harap harga ikan segera stabil, kita doakan juga cuaca menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang ibu rumah tangga di Banda Aceh, Ratna Dewi mengatakan, saat ini sejumlah bahan pokok seperti beras, bumbu dapur, bahkan ikan segar sedang meningkat drastis harganya. Oleh sebab itu, para ibu harus berpikir keras dalam meminimalkan lonjakan belanjaan.

Untuk itu, Ratna meminta masyarakat untuk mendorong pemerintah segera mengambil solusi terbaik. Sebab tidak semua warga memiliki banyak uang untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah lonjakan harga-harga kebutuhan harian.

“Sekarang semua mahal, kami berharap pemerintah punya solusi untuk hal-hal seperti ini,” sebutnya.

Sebelumnya, sejumlah kebutuhan pokok di Banda Aceh meningkat drastis. Seperti harga ikan tongkol jerebok menjadi Rp15 ribu dari sebelumnya Rp8 ribu per kilogram, ikan tuna sisik Rp30 ribu dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram.  

Hal yang sama juga terjadi pada cabai merah yang kini mencapai Rp70 ribu per kilogram. Tahu dan tempe yang dijual di Pasar Al Mahira Banda Aceh/RMOLAceh

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya