Berita

Sawah terendam banjir/Net

Bisnis

Efek Pemilu dan Banjir, Harga Beras di Kabupaten Batang Meroket

JUMAT, 23 FEBRUARI 2024 | 00:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Harga beras di Kabupaten Batang mengalami kenaikan yang signifikan. Hal diakibatkan oleh beberapa hal.

Data yang dihimpun oleh Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang menunjukkan, harga beras Medium saat ini mencapai Rp 15 ribu per kilogram.

Sedangkan beras premium Rp16 ribu per kilogram. Padahal, sebelum Pemilu, harga beras masih berkisar Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.


Menurut Plt Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang, Triossy Juniarto ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini. Di antaranya adalah faktor Pemilu itu sendiri dan banjir yang melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah.

"Kondisi ini bukan hanya terjadi di Batang, tapi juga di seluruh Indonesia. Memang ada korelasi antara Pemilu dan harga beras. Banyak hal yang mempengaruhi," kata dia, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (22/2).

Salah satu faktor utama yang memicu kenaikan harga beras adalah musim yang tidak menentu.

Mursiti, Ahli Muda Analis Perdagangan Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang, menjelaskan bahwa musim kemarau panjang dan curah hujan tinggi berdampak pada produksi beras.

Selain itu, Pemilu juga meningkatkan permintaan beras di masyarakat.

"Musim yang tidak menentu membuat banyak petani gagal panen. Sementara itu, Pemilu juga membutuhkan banyak beras. Misalnya untuk keperluan logistik, konsumsi, dan lain-lain. Ini membuat harga beras naik," paparnya.

Diketahui, banjir yang melanda beberapa daerah di Jawa Tengah juga berpengaruh pada pasokan beras di Kabupaten Batang.

Pasalnya, sebagian besar beras yang dikonsumsi di Batang berasal dari daerah timur Jawa Tengah, seperti Grobogan dan Purwodadi.

Namun, daerah-daerah tersebut terendam banjir di awal tahun ini, sehingga mengganggu distribusi beras.

Untuk mengatasi kenaikan harga beras, Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang melakukan beberapa langkah.

Salah satunya adalah dengan mendistribusikan beras murah stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Bulog.

Beras SPHP ini dijual dengan harga Rp 11 ribu per kilogram dan didistribusikan ke pasar-pasar tradisional di Batang, Limpung, Bawang, dan Bandar.

"Setiap minggu kami mendistribusikan sekitar 20 ton beras SPHP ke pasar-pasar. Kami menyesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat. Tujuannya adalah untuk menstabilkan harga beras di pasaran," ujarnya.

Selain itu, Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang juga berupaya untuk menggelar operasi pasar murah (OPM) beras. Namun, langkah ini masih terkendala oleh anggaran.

"Kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk merealisasikan OPM beras. Kami berharap bisa segera dilaksanakan," tuturnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya