Berita

Kuasa hukum Riko dan Ridho, Dr. Hasanal Mulkan didampingi Hendra Gunawan setelah melapor ke Gakkumdu Bawaslu Sumsel, Rabu (21/2)/RMOLSumsel

Politik

Dugaan Jual Beli Surat Suara, 2 Caleg di Empat Lawang Lapor ke Bawaslu Sumsel

KAMIS, 22 FEBRUARI 2024 | 12:10 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dua calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, melaporkan dugaan pelanggaran pemilu berupa jual beli surat suara yang ada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat berlangsungnya pencoblosan ke Bawaslu Sumsel.

"Laporan hari ini ada dua, atas nama Riko Aprisal dan Ridho Kurnia, terkait dugaan pelanggaran pemilu di Kabupaten Empat Lawang, baik itu caleg Partai Nasdem maupun PPP," kata kuasa hukum Riko dan Ridho, Hasanal Mulkan, didampingi Hendra Gunawan setelah melapor ke Gakkumdu Bawaslu Sumsel, Rabu (21/2).

Menurutnya, pelanggaran pemilu di Kabupaten Empat Lawang itu terkait dengan temuan surat suara yang diduga dibagikan atau diperjualbelikan oknum petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) kepada Partai PAN dan Demokrat.


"Setiap surat suara dijual dengan harga Rp100 ribu dari total 98 surat suara yang tersisa atau tidak digunakan saat pencoblosan," katanya.

Ditambahkan pengacara yang memiliki 13 gelar di namanya itu, surat suara sisa yang ada di TPS Desa Bandar Agung Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, secara terang-terangan diperjualbelikan dan pihaknya memiliki bukti dan saksi.

"Jadi mereka pakai sistem lelang, nah kita mempertanyakan bagaimana penyelenggara, melakukan jual beli surat suara yang memang ada lebih atau sisa saat pencoblosan berlangsung 14 Februari lalu. Sehingga kami selaku kuasa hukum Caleg melaporkan hal ini ke Bawaslu provinsi dengan alat bukti yang kami berikan," katanya, dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Kamis (22/2).

Selain itu, terdapat juga pelaporan kliennya terkait tidak ketidaktransparanan petugas KPPS di sana, yang tidak mau menyampaikan salinan form C1 atau difoto, padahal hal itu harus dilakukan secara transparan.

"Harapannya Bawaslu Sumsel menindaklanjuti dugaan pelanggaran ini, semoga apapun yang dilakukan pelanggaran ini yang kita buktikan untuk dilakukan pemilihan ulang jika terbukti, dan bagi oknum penyelenggara untuk diganti," pintanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumsel, Kurniawan mengungkapkan, setiap masyarakat datang melapor ke Bawaslu tentu akan terima dan diproses, soal terpenuhi syarat formil dan materilnya.

Setelah itu kalau memang terpenuhi baru bisa diregister dan kemudian dilakukan kajian terkait laporan.

"Nah, setelah kajian itu baru kita tahu apakah tindak lanjutnya apakah memang dilakukan PSU atau hitung ulang dan sebagainya, itu yang akan kita lakukan," tandasnya seraya meminta pelapor menyertakan bukti dan saksi yang membenarkan adanya pelanggaran pemilu tersebut.

Komisioner Bawaslu Sumsel, Ahmad Naafi menambahkan, pihaknya saat ini telah memerintahkan jajaran Bawaslu Kabupaten Empat Lawang, untuk mengkroscek dugaan pelanggaran yang sebelumnya ada juga dilaporkan dugaan pelanggaran pemilu di sana.

Di mana Bawaslu Sumsel, dijelaskan Naafi, telah menginstruksikan kepada Bawaslu Empat Lawang untuk melakukan langkah- langkah selanjutnya.

Mulai dari memanggil dan mengklarifikasi Panwascam, PDK, PTPS. Apabila dari hasil klarifikasi dan pemeriksaan terhadap laporan hasil pengawasan TPS masing-masing laporan memang benar terjadi, Bawaslu menginstruksikan panwascam untuk mengeluarkan surat rekomendasi pelaksanaan PSU di TPS yang terbukti terdapat keadaan yang wajib dilaksanakan PSU berdasarkan peraturan perundang-undangan.

"Selain itu, apabila dari hasil klarifikasi dan pemeriksaan terhadap laporan hasil pengawasan masing-masing TPS didapatkan faktor, bahwa peristiwa sebagaimana dilaporkan benar terjadi maka Bawaslu setempat segera untuk menginstruksikan Panwascam untuk melaksanakan perhitungan suara ulang pada TPS-TPS bermasalah di tingkat Kecamatan," pungkas Naafi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya