Berita

Dokter Korea Selatan/Net

Dunia

8.800 Dokter Korea Selatan Mogok Kerja, Operasi Kanker Batal Dilakukan

KAMIS, 22 FEBRUARI 2024 | 10:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Operasi sejumlah rumah sakit di Korea Selatan terhambat, setelah ribuan dokter melakukan aksi mogok kerja.

Wakil Menteri Kesehatan Kedua Seoul, Park Min-soo pada Rabu (21/2) mengatakan, ada lebih dari 8.800 dokter muda yang berhenti bekerja untuk memprotes rencana pemerintah yang akan membuka pelung besar-besaran bagi warganya yang ingin sekolah kedokteran.

"Aksi mogok kerja dokter telah dilakukan sejak Senin (19/2). Hingga kini jumlahnya terus meningkat, padahal pemerintah telah mengimbau agar mereka segera kembali ke rumah sakit," ungkapnya, seperti dimuat AFP.


Pemerintah mengklaim program pendidikan dokter itu sangat penting, mengingat rendahnya jumlah dokter di Korea Selatan dan tingginya angka populasi tua.

Namun menurut para dokter, kebijakan itu hanya akan merugikan penyediaan layanan dan menurunkan kualitas pendidikan.

Beberapa di antaranya juga khawatir jika reformasi pendidikan itu dapat mengikis gaji dan prestise sosial mereka sebagai dokter.

Rumah sakit umum di Korea Selatan sangat bergantung pada dokter junior dalam operasi dan pembedahan darurat.

Akibatnya, sejumah operasi seperti ceaser hingga kanker gagal dilakukan karena dokter tidak tersedia.

Hong Jae-ryun, seorang pasien kanker otak berusia 50-an dari Daegu, mengatakan bahwa kemoterapinya telah ditunda tanpa tanggal yang jelas karena situasi saat ini, meskipun kanker telah menyebar ke paru-paru dan hatinya.

"Itu tidak masuk akal. Di tengah konflik antara pemerintah dan dokter, apa yang bisa dikatakan oleh pasien yang tidak berdaya?," ujarnya.

Seorang pengguna portal web Naver Korea Selatan mengatakan operasi aneurisma otak yang telah lama ditunggu-tunggu oleh ibunya tiba-tiba tertunda.

“Saya marah karena (para dokter) bertindak tidak bertanggung jawab,” tulis pengguna @488653.

Para dokter muda mengatakan reformasi pendidikan kedokteran yang baru merupakan tantangan besar di tengah kondisi kerja mereka yang sulit.

"Meskipun bekerja lebih dari 80 jam seminggu dan menerima kompensasi pada tingkat upah minimum, dokter muda masih diabaikan oleh pemerintah sampai sekarang,” kata Asosiasi Magang dan Penduduk Korea dalam sebuah pernyataan.

Mereka menegaskan bahwa ketergantungan yang berlebihan pada dokter yang masih dalam masa pelatihan dalam sistem layanan kesehatan saat ini adalah hal yang tidak masuk akal dan tidak adil.

Asosiasi Perawat Muda Korea dalam postingan media sosial mendesak agar para dokter kembali bekerja, meskipun mereka bersimpati dengan perjuangan melawan reformasi.

“Jangan abaikan hati nurani Anda terhadap pasien yang ditinggalkan,” tulis asosia tersebut.




Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya