Berita

Ilustrasi satelit ERS-2 yang mengamati Bumi di orbit/Net

Tekno

Satelit Badan Antariksa Eropa Seberat 2 Ton akan Jatuh ke Bumi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2024 | 08:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah mengangkasa selama hampir 28 tahun, satelit pengamat Bumi ERS-2 milik Badan Antariksa Eropa (ESA) diperkirakan akan masuk kembali ke atmosfer bumi minggu ini.

Waktu pasti masuknya kembali satelit ke atmosfer masih belum jelas karena aktivitas matahari tidak dapat diprediksi, yang dapat mengubah kepadatan atmosfer bumi dan bagaimana atmosfer menarik satelit.

9News melaporkan Rabu (21/2), saat matahari mendekati puncak siklus 11 tahunnya, yang dikenal sebagai solar maksimum, aktivitas matahari meningkat. Solar maksimum diperkirakan akan terjadi akhir tahun ini.


Meningkatnya aktivitas matahari sudah berdampak pada percepatan masuknya kembali satelit Aeolus milik ESA pada Juli 2023.

"Satelit ERS-2 diperkirakan memiliki massa 2.294 kilogram setelah bahan bakarnya habis, sehingga ukurannya mirip dengan puing-puing ruang angkasa lainnya yang masuk kembali ke atmosfer bumi setiap minggu atau lebih," menurut ESA.

Pada ketinggian sekitar 80 km di atas permukaan bumi, satelit tersebut diperkirakan akan pecah dan sebagian besar pecahannya akan terbakar di atmosfer. Badan tersebut mengatakan bahwa beberapa pecahan mungkin mencapai permukaan bumi, tetapi tidak mengandung zat berbahaya dan kemungkinan besar akan jatuh ke laut.

Satelit pengamat Bumi ERS-2 pertama kali diluncurkan pada 21 April 1995, dan merupakan satelit tercanggih dari jenisnya pada saat itu yang dikembangkan dan diluncurkan oleh Eropa.

Bersama kembarannya, ERS-1, satelit ini mengumpulkan data berharga tentang tutupan kutub, lautan, dan permukaan daratan serta mengamati bencana seperti banjir dan gempa bumi di daerah terpencil. Data yang dikumpulkan oleh ERS-2 masih digunakan sampai sekarang, menurut badan tersebut.

Pada 2011, ESA memutuskan untuk mengakhiri operasi satelit dan melakukan deorbit, daripada menambah pusaran sampah luar angkasa yang mengorbit planet ini.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya