Berita

Kerja sama Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) dengan IKAL Strategic Center (ISC) di Sekretariat ISC, Jakarta, Rabu (21/2)/Ist

Bisnis

Hadapi Tantangan Global, ISC dan FSPPB Jalin Kerja Sama Perkuat Ketahanan Energi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2024 | 00:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan ketidakpastian dalam pasokan pangan dan energi, penting bagi sebuah negara untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan lingkungan.

Hal ini yang mengemuka dalam penjajakan kerja sama Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) dengan IKAL Strategic Center (ISC) di Sekretariat ISC, Jakarta, Rabu (21/2).

Dalam pertemuan delegasi FSPPB antara lain Ari Gumilar (Presiden FSPPB), Sutrisno (Sekretaris Jenderal FSPPB), Gatot Noersito (Bendahara FSPPB), dan  Kabid Evaluasi Kinerja Perusahaan dan Monitoring Implementasi Good Corporate Governance (GCG), Dr. Aryo Wibowo.


Sedangkan dari pihak ISC diwakili oleh Sekretaris ISC  Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, SH, MH., Wakil Sekretaris ISC Dr. Dra. Nieta Hidyani, MBA., MM., Wakil Bendahara ISC Masbukhin ST., Ending Fadjar SE., MA., Ervan Christawan, ST., dr. Norman Zainal, SpOT., M.Kes., Dipl. Ing. Lily S. Wasitova, dan pengamat maritim dari ISC DR. Marcellus Jayawibawa, S.SiT., M.Mar.

Dalam kesempatan ini juga munculnya permintaan kepada ISC untuk melakukan kajian terkait dengan ketahanan pangan, energi, dan lingkungan sebagai langkah yang penting dan strategis.

“ISC dapat mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka melalui kajian ini, solusi-solusi inovatif diharapkan dapat ditemukan untuk meningkatkan ketahanan pangan secara menyeluruh,” jelas Sekretaris ISC Laksda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto.

Sementara itu Ending Fadjar menimpali bahwa ISC senantiasa memperkuat komitmennya sebagai lembaga riset, dengan tetap fokus pada pengembangan pemikiran strategis bagi kemajuan bangsa.

“Salah satu upaya dilakukan dengan mengkaji pemikiran yang muncul menerapkan pendekatan Asta Grata,” jelas Ending.

Senada dengan pandangan itu, Presiden FSPPB Ari Gumilar menyampaikan pula bahwa dengan begitu ketahanan energi juga menjadi fokus penting dalam pembangunan berkelanjutan, maka ISC dapat melakukan kajian mendalam mengenai sumber daya energi Indonesia, termasuk potensi dan tantangannya.

“Dengan demikian, kebijakan energi nasional dapat dirumuskan secara lebih efektif, memperhitungkan aspek keberlanjutan dan ketahanan pasokan energi,” ucap Ari Gumilar seraya menambahkan bahwa ISC tentu memberikan kontribusi federasi dalam merumuskan pemikiran strategis bagi Indonesia.

Lebih lanjut ditambahkan Ari Gumilar bahwa kerjasama antara ISC dan FSPPB bisa diperluas dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

“Hal menjadi kunci penting dalam memperkuat identitas dan solidaritas bangsa. Para pakar dan pemikir dari ISC berperan sebagai pengajar nilai-nilai kebangsaan kepada anggota FSPPB,” jelas Ari Gumilar.

Kerja sama antara ISC dan FSPPB bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga kolaborasi antar disiplin dan multi kepentingan. Dari itu rencananya akan ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya