Berita

Konferensi pers di Mapolres Pekalongan soal penipuan penggandaan uang dengan korban seorang caleg/RMOLJateng

Presisi

Hasrat Dongkrak Suara, Caleg di Pekalongan Malah Kena Tipu Ratusan Juta

RABU, 21 FEBRUARI 2024 | 20:01 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Seorang calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Golkar di Kabupaten Pekalongan berinisial NH (45), menjadi korban penipuan dengan modus penggandaan uang.

Ia telah menggelontorkan uang Rp 300 juta yang dijanjikan akan digandakan menjadi Rp3 miliar, untuk mendongkrak suaranya pada Pemilu 2024.

Apa lacur, uang ratusan juta itu malah dibawa kabur oleh pelaku yang mengaku bisa melakukan ritual penggandaan uang.


Kasus ini terungkap setelah polisi berhasil menangkap dua pelaku, yaitu SK (58) asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan R alias Gus Abin (35) asal Brebes yang tinggal di Tangerang.

Keduanya ditangkap di tempat berbeda, setelah korban melaporkan kejadian yang menimpanya.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wahyu Rohadi menuturkan, korban dan pelaku saling kenal melalui perantara. Mereka kemudian sepakat untuk melakukan ritual penggandaan uang di rumah korban pada Kamis malam (8/12/2023).

Pelaku membawa berbagai benda yang diklaim sebagai media penggandaan uang. Seperti jambe, garam gosok, tisu, dan air mineral.

"Korban percaya bahwa pelaku bisa menggandakan uang dan menambah suara caleg. Iya, korban caleg dari Partai Golkar," kata Wahyu dalam konferensi pers di Mapolres Pekalongan, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Rabu (21/2).

Setelah ritual selesai, lanjut Kapolres, korban bersama temannya pergi makan, meninggalkan pelaku utama di rumah. Pelaku memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil uang Rp300 juta milik korban dan melarikan diri dengan sepeda motor yang dipinjam dari korban.

Pelaku kemudian meninggalkan sepeda motor di Jalan Raya Pekajangan dan melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lain.

Korban baru menyadari kehilangan uangnya setelah kembali ke rumah dan tidak menemukan pelaku di kamar. Ia langsung melapor ke polisi dan memberikan ciri-ciri pelaku.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengejaran, hingga berhasil menangkap pelaku di Tangerang.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan uang tunai Rp23 juta, sisa dari uang hasil penipuan. Pelaku mengaku telah menghabiskan uang Rp300 juta untuk membeli tanah Rp150 juta dan foya-foya Rp100 juta.

Pelaku juga mengakui bahwa ia tidak memiliki kemampuan apapun untuk menggandakan uang, dan hanya melakukan penipuan semata.

"Aslinya saya memang tidak bisa (menggandakan uang). Mutlak penipuan," ujar Gus Abin, yang juga berprofesi sebagai pedagang durian di Tangerang.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 378 junto 556 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya