Berita

Pisang dipajang untuk dijual di pasar buah di Chennai, India/Net

Bisnis

Ekspor Pisang India ke Rusia Mencapai 20 Metrik Ton

SELASA, 20 FEBRUARI 2024 | 15:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar pisang Rusia yang sebelumnya dikuasai oleh Ekuador mulai diincar oleh India, di mana negara Asia Selatan itu tercatat mengirimkan 20 metrik ton buah pisang.

Langkah India dilakukan saat Moskow melakukan diversifikasi impor buah-buahan di tengah pembatasan pengiriman ke Ekuador setelah adanya hama berbahaya yang ditemukan dalam pengiriman.

"Pengiriman 1.540 kotak pisang telah disetujui untuk pengiriman ke Rusia oleh Otoritas Pengembangan Ekspor Produk Pertanian dan Makanan Olahan India (APEDA)," New Delhi mengumumkan pada Minggu, seperti dikutip dari RT, Selasa (20/2).


Buah-buah ini ditanam di Andhra Pradesh sebelum dikirim dari Mumbai ke pelabuhan Novorossiysk di Rusia.

Para pejabat mengatakan kesepakatan kedua negara tercapai setelah Rusia menunjukkan minat tambahan terhadap impor buah tropis India, yang merupakan produsen pisang terbesar di dunia, dengan produksi tahunan sebesar 30 juta metrik ton (MT).

Sebelumnya, Rusia mengimpor sebagian besar pisangnya dari Ekuador. Namun, awal bulan ini Moskow melarang sebagian pasokan dari negara Amerika Selatan tersebut setelah menemukan lalat bungkuk polifag, pembawa kolera, dan wabah lebah, dalam beberapa pengiriman.

Selain itu, larangan tersebut juga dilakukan menyusul pengumuman Presiden Ekuador Daniel Noboa yang akan menukar peralatan militer Rusia dan Ukraina yang sudah ketinggalan zaman dengan perangkat keras baru buatan AS.

Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa tindakan seperti itu akan melanggar perjanjian yang melarang Ekuador mentransfer peralatan Rusia tanpa persetujuan Moskow.

"Transaksi bilateral antara India dan Rusia mencapai 50 miliar dolar AS pada tahun lalu dan dapat melampaui angka 65 miliar dolar AS pada tahun 2024," kata Ajay Sahai, ketua Federasi Organisasi Ekspor India (FIEO), kepada RT awal bulan ini.

Tahun lalu, India mengekspor barang senilai 4 miliar dolar AS ke Rusia, sebagian besar didorong oleh produk-produk teknik, yang meningkat hampir dua kali lipat menjadi 1,32 miliar dolar AS dari 680 juta dolar AS pada tahun 2022.

Selain minyak mentah dan batu bara, perdagangan bilateral juga mengalami pertumbuhan di bidang-bidang baru seperti minyak mentah, besi, mesin, elektronik, bahan kimia, keramik, dan pertanian.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya