Berita

Prabowo Subianto/Net

Dunia

Kemana Arah Kebijakan Laut China Selatan di Bawah Prabowo?

SELASA, 20 FEBRUARI 2024 | 15:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Meski masih dalam proses penghitungan suara, calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto diperkirakan akan meraih kemenangan dengan perolehan hampir 60 persen suara.

Arah kebijakan luar negeri Prabowo menjadi sorotan, khususnya pada konflik Laut China Selatan yang kembali menegang dalam beberapa waktu terakhir.

Bagi Indonesia, sengketa Laut China Selatan menjadi salah satu masalah keamanan terpenting, karena berpotensi memicu konflik yang lebih besar antara China dengan kekuatan besar seperti Amerika Serikat.


Peneliti senior di Pusat Kebijakan Laut Berkelanjutan di Universitas Indonesia, Aristyo Rizka Darmawan menilai sosok Prabowo sebagai pemimpin yang penuh persiapan, guna mengurangi potensi risiko di masa depan.

“Narasi Prabowo mengenai Laut China Selatan lebih kepada bagaimana kita (harus) memiliki kapasitas pertahanan yang kuat,” ujarnya, seperti dikutip dari Eurasia Review pada Selasa (20/2).

Aristyo memperkirakan Prabowo mungkin akan berfokus pada pembangunan kekuatan angkatan laut sebagai alat pencegah di perairan sekitar kepulauan Natuna.

"Kemampuan pertahanan dan maritim TNI Angkatan Laut penting. Dengan strategi seperti itu, kemungkinan besar Prabowo akan menerapkan kebijakan yang lebih tegas di Laut Natuna Utara,” jelasnya.

Kendati demikian, menurut Aristyo, menciptakan perdamaian di Laut China Selatan tidak cukup hanya dengan memperkuat pertahanan militer.

Prabowo juga harus ikut menyukseskan upaya diplomatik melalui rancangan perjanjian Kode Etik (COC) di Laut China Selatan.

Muhammad Zulfikar Rakhmat, peneliti di National University of Singapore (NUS), mengatakan bahwa mantan jenderal tersebut kemungkinan akan mendorong kebijakan luar negeri Indonesia menjadi lebih tegas dan independen.

Dengan latar belakang militernya, Prabowo diyakini akan memprioritaskan penguatan kemampuan militer Indonesia di perairan yang disengketakan.

“Kemenangan beliau dalam pemilu mungkin mengarah pada kalibrasi ulang pendekatan Indonesia terhadap masalah Laut China Selatan dan keamanan regional,” ungkapnya.

Zulfikar menilai pendekatan Prabowo dengan China tidak akan melebihi kepentingan nasionalnya, sehingga kerjasama bilateral dan regional masih mungkin ditempuh.

“Prabowo mungkin akan mengadopsi pendekatan pragmatis, berupaya menyeimbangkan hubungan Indonesia dengan China dan Amerika Serikat untuk memaksimalkan kepentingannya sendiri," tambahnya.

Sementara itu, seorang analis militer dan profesor studi politik dan keamanan di Universitas Padjadjaran bernama Muradi, menilai Prabowo tidak akan memberikan gagasan baru terkait kasus Laut China Selatan.

“Yang jelas politiknya akan lebih fokus pada urusan dalam negeri. Inilah ciri-ciri prajurit yang lahir dan besar di era Perang Dingin,” kata Muradi.






Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya