Berita

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Pakar: Kenaikan Suara Golkar karena Ada Migrasi Jokowi Lovers dari PDIP

SENIN, 19 FEBRUARI 2024 | 13:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Migrasi pendukung Presiden Joko Widodo menjadi salah satu alasan kenaikan suara Partai Golkar dalam Pemilu 2024.

Pakar Komunikasi Politik, Ipang Wahid mencermati, ada perpindahan pendukung Jokowi yang sebelumnya memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kini berlabuh ke Golkar.

Bahkan hal ini bisa dilihat berdasarkan kemiripan angka kenaikan suara Golkar dan penurunan PDIP di Pemilu 2024, yakni sama-sama sekitar 3 persen.


"Turunnya suara PDIP bisa jadi berpindah kepada Golkar. Kan turunnya suara PDIP hampir mirip dengan kenaikan suara Golkar, sekitar 3 persen," kata Ipang dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/2).

Perpindahan suara pendukung Jokowi, kata dia, sudah terlihat sejak positioning Golkar pasang badan dan mendukung pemerintahan Presiden Jokowi.

Di sisi lain, partai pendukung Jokowi seperti PDIP, Nasdem, dan PKB, justru berseberangan dengan Jokowi menjelang akhir pemerintahan dan Pemilu 2024.

Posisi inilah yang membuat Golkar menerima efek ekor jas dari  Presiden ke-7 RI ini. Sebab, tingkat kepuasan kinerja Presiden Jokowi hingga tahun terakhir periode jabatannya masih di angka 75 hingga 80 persen.

"Golkar berangkat dari approval Pak Jokowi di angka 75 hingga 80 persen. Di situlah ceruk yang diambil Golkar, dan ini cukup besar meningkatkan suara di Pemilu 2024," ujarnya.

Kenaikan suara Golkar makin diperkuat dengan kecerdasan Ketua Umum Airlangga Hartarto menggunakan pendekatan penggabungan Golkar dan Jokowi.

Airlangga berhasil menarik suara pendukung Jokowi yang mengambang melalui pendekatan dan komunikasi penggabungan kinerja positif Golkar dan Jokowi ini.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya