Berita

Natalius Pigai/Net

Politik

Natalius Pigai: Selamat jadi Oposisi Kawan-kawanku

SENIN, 19 FEBRUARI 2024 | 05:37 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Polemik rekonsiliasi dan oposisi terus berkembang di tengah proses penghitungan suara. Berdasarkan hasil quick count, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinyatakan sebagai pemenang dengan perolehan suara di atas 50 persen.

Dalam sejarah Pilpres di Indonesia, hasil quick count biasanya tak jauh berbeda dengan hasil akhir real count KPU. Dengan demikian, tidak salah jika para pendukung Prabowo-Gibran telah merayakan gegap gempita kemenangan tersebut.

Sedangkan kubu paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan paslon 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD didorong menjadi oposisi bagi pemerintahan Prabowo-Gibran agar terjadi check and balances.


Tokoh intelektual sekaligus aktivis HAM asal Papua, Natalius Pigai bercerita tentang pengalamannya sebagai kubu oposisi yang kerap diteror oleh penguasa dan pendukungnya.

“Saya dihantam badai bertubi2, tidak kurang dari 13 kali laporkan polisi, dicaci, dihina dan dibenci dan di teror oleh orang berkuasa dan pendukung para penguasa,” ucap Pigai dalam akun media X pribadinya @NataliusPigai2, Minggu (18/2).

Dia pun memajang foto dan mengutip pernyataan filsuf ternama asal Inggris Bertrand Russell, yang berbunyi “Demokrasi adalah proses di mana orang-orang memilih seseorang yang kelak akan mereka salahkan”.  

“Sedangkan Saya sudah berada di level berfikir Betran Rusel!. Selamat jadi Oposisi kawan2ku,” tandas Pigai.

Kendati tidak menyebut siapa yang dimaksud kawan-kawan yang beroposisi, namun publik menebak tentunya para pendukung paslon 01 dan 03.

Pasalnya, aktivis yang dikenal kritis ini telah terang-terangan mendukung Prabowo-Gibran. Bahkan dirinya pasang badan, bila pasangan yang didukungnya dicap telah melakukan kecurangan.

Salah satunya, seperti video pencoblosan ala noken yang beredar di media sosial. Sistem tersebut dicap oleh kubu pesaing sebagai bentuk kecurangan.

“Video Pemilu Sistem Noken”. Legal ada dasar Kep MK & UU. Provinsi Papua Tengah itu 8 Kabupaten & 5 org Bupati Kader PDIP. Jika Sistem ini dimaknai sbg Pelanggaran, Sy Pemimpin yg memerintahkan Rakyat Sy dukung Prabowo. SAYA SIAP BERTANGGUNGJAWAB! jgn caci maki rakyat di Papua,” tegas Pigai dalam akun media X pribadinya, Sabtu (17/2).  

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya