Berita

Rancangan Ibu Kota Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur/Rep

Bisnis

Cegah Over Capacity, Penghuni IKN Tak Lebih dari 2 Juta Jiwa

MINGGU, 18 FEBRUARI 2024 | 11:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Jumlah penduduk di Ibu Kota Nusantara (IKN) nantinya dibatasi 2 juta jiwa saja.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, saat Seminar Masa Depan Pasca IKN, digelar Pemprov DKI Jakarta, dikutip Minggu (18/2).

Menurutnya, pembatasan itu perlu dilakukan, agar beban kota dan jumlah populasi tidak melebihi kapasitas, seperti terjadi di kebanyakan kota besar di Indonesia.


"Yang menarik, ini (luas IKN) 4 kali luas Jakarta, tapi penduduknya paling 2 juta. Kenapa? Kita nggak mau mengulangi apa yang terjadi kota-kota lain di Indonesia, yang over capacity. Over dari kapasitas lingkungan dan sumber daya yang ada, untuk memenuhi hidup yang baik," katanya.

Saat ini, kata dia, Otorita IKN berupaya membangun IKN sebagai kota layak huni dan dicintai masyarakat. Ia mencontohkan Finlandia, yang merupakan negara dengan penduduk paling bahagia di dunia.

"IKN akan jadi lifeable, layak huni dan loveable city, kota yang dicintai. Kita sampai belajar ke Finlandia. Kenapa Finlandia? Karena negara ter-happy di dunia,"jelasnya.

Dia membandingkan Finlandia dengan Jakarta, di mana indeks polusi udaranya mencapai 160-an, sedangkan Finlandia hanya memiliki indeks polusi sebesar 30. Di Finlandia, lanjutnya, ke mana-mana bisa jalan kaki, karena konsep kotanya didesain sedemikian rupa.

"Polusi rendah, airnya bisa diminum, koneksi internetnya kelas dunia dan sebagainya. Jadi ketika saya tanya teman-teman milenial, Gen Z, mereka senang banget," jelas Bambang.

Ia pun memberi sedikit gambaran IKN di masa depan nanti, di mana akan ada taksi terbang, robot-robot untuk memantau perkembangan kota dan kebutuhan logistik, kendaraan listrik, hingga kendaraan umum tanpa awak.

"Semua itu (masih) prove of concept, sedang diuji coba di lapangan," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya