Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

BI: Awal 2024, Kinerja Penjualan Eceran Tetap Kuat

MINGGU, 18 FEBRUARI 2024 | 09:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2024 terpantau tumbuh sebesar 3,7 persen (YoY), mencapai angka 216,0.

Peningkatan itu memperlihatkan kinerja penjualan eceran diperkirakan meningkat dan kuat pada periode itu.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu ( 18/2), mengatakan, peningkatan pertumbuhan penjualan secara YoY terjadi pada sebagian besar kelompok barang.


Menurut laporannya, peningkatan terjadi pada sub kelompok sandang, kelompok perlengkapan rumah tangga, dan kelompok makanan, minuman, serta tembakau.

Meski meningkat secara tahunan (YoY) dan terus menguat, data bulanan menunjukkan pertumbuhan penjualan eceran juga terkontraksi 1,0 persen (MtM), yang diperkirakan karena normalisasi pola belanja masyarakat.

"Sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah periode hari besar keagamaan nasional, Natal dan libur Tahun Baru, serta faktor cuaca," jelas Erwin.

Menurutnya, penurunan terjadi pada kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, yang diikuti sub kelompok sandang, kelompok barang budaya dan rekreasi, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Sementara pada Desember 2023 lalu, BI mencatat IPR tumbuh 0,2 persen YoY mencapai 218,1 pada kinerja penjualan eceran, saat libur nasional.

Sementara itu, dari sisi harga, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Maret 2024 meningkat menjadi 137,2, dipicu antisipasi kenaikan harga jelang Ramadan.

Namun IEH Juni 2024 terpantau mengalami penurunan menjadi 125,8, seiring perkiraan adanya kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan yang mendukung pembentukan harga lebih rendah pada bulan itu.


Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya