Berita

Para dokter saat melakukan unjuk rasa menentang kebijakan medis pemerintah di dekat kantor kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, 15 Februari 2024/AP

Dunia

Ratusan Dokter di Korsel Unjuk Rasa Tolak Penambahan Mahasiswa Kedokteran

JUMAT, 16 FEBRUARI 2024 | 18:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ratusan dokter Korea Selatan melakukan aksi unjuk rasa di Seoul dan kota-kota lain pada Kamis (15/2).

Aksi tersebut dilakukan untuk menentang pemerintah yang berencana meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran sebanyak 2.000 orang pada 2025 mendatang.

Menurut kelompok dokter tersebut, peningkatan itu terlalu besar. Sebaliknya, para dokter itu meminta pemerintah menggunakan sumber daya yang tersedia untuk menaikkan biaya pengobatan yang menurut mereka terlalu rendah.


“Pemerintah harus membangun jaring pengaman hukum dan menaikkan biaya pengobatan terlebih dahulu sehingga para dokter di sektor-sektor tersebut tidak merasa tertekan untuk dituntut atas kecelakaan atau terbebani oleh hal-hal yang tidak diinginkan, dan beban kerja yang berat,” kata mantan presiden Asosiasi Medis Korea, Joo Sooho.

Mengutip Asashi, Jumat (16/2) pihak berwenang menyatakan Korea Selatan membutuhkan lebih banyak dokter di negaranya, termasuk kebidanan anak, dan di daerah pedesaan di luar wilayah ibu kota.

"Jumlah dokter di negara ini termasuk yang terendah dibandingkan dengan jumlah penduduk di negara-negara maju, meskipun permintaan akan layanan medis semakin meningkat karena masyarakat yang menua dengan cepat," kata pejabat pemerintah.

Adapun dalam aksi tersebut para dokter mengancam akan melakukan mogok kerja jika pemerintah tetap menjalankan rencana tersebut.

“Kami menentang peningkatan jumlah mahasiswa kedokteran tanpa persetujuan dari sektor medis," tulis kelompok dokter tersebut dalam spanduknya.

Saat ini pemerintah Korsel berencana untuk bertemu dengan kelompok dokter untuk mengatasi kekhawatiran mereka. Meski belum diketahui kapan pertemuan tersebut akan dilakukan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya