Berita

Hasil hitung cepat atau quick count dari enam lembaga survei terhadap Pemilu 2024/Net

Politik

Quick Count Gambarkan Hasil Pilpres Sesungguhnya

KAMIS, 15 FEBRUARI 2024 | 07:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Hasil hitung cepat atau quick count beberapa lembaga survei diyakini menggambarkan hasil Pilpres 2024 yang sesungguhnya. Di mana, pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diyakini akan memenangkan pertarungan ini.

Hal itu disampaikan komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil melihat hasil quick count lembaga survei yang kesemuanya memperlihatkan bahwa Prabowo-Gibran memperoleh suara lebih dari 51 persen.

"Saya melihat bahwa hasil quick count ini trennya itu linear," kata Kang Tamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/2).


Kang Tamil meyakini, hasil quick count tersebut menggambarkan hasil sesungguhnya dari perhitungan KPU nantinya.

"Artinya hasil quick count ini boleh dikatakan menggambarkan hasil sesungguhnya," pungkas Kang Tamil.

Dari data beberapa lembaga survei menunjukkan hampir 100 persen. Di antaranya Litbang Kompas yang sudah 88,45 persen pada Rabu (14/2) pukul 21.21 WIB. Hasilnya, Capres-Cawapres Nomor Urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh 25,1 persen. Prabowo-Gibran 58,73 persen. Dan Capres-Cawapres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD 16,17 persen.

Selanjutnya dari lembaga survei Indikator juga telah memperoleh 97,63 persen data pada Kamis (15/2) pukul 00.29 WIB. Hasilnya, Anies-Muhaimin 25,32 persen, Prabowo-Gibran 58 persen, dan Ganjar-Mahfud 16,68 persen.

Sedangkan dari LSI Denny JA, total data yang masuk sudah 97 persen pada Rabu (14/2) pukul 20.53 WIB. Hasilnya, Anies-Muhaimin 25,21 persen, Prabowo-Gibran 58,16 persen, dan Ganjar-Mahfud 16,64 persen.



Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya