Berita

Ulta Levenia Nababan/Net

Politik

Pengamat Terorisme Ulta Levenia: Pernyataan Connie Tidak Cerminkan Seorang Akademisi

RABU, 14 FEBRUARI 2024 | 09:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peneliti dan pengamat terorisme, Ulta Levenia Nababan, menyayangkan penyebaran hoax dan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Connie Bakrie atau yang bernama asli Rahakundini Lapetrini.

Sebagai sesama akademisi, sikap dan pernyataan Connie Bakrie sangat mengecewakan dan tidak layak disampaikan dari mulut seorang yang mengaku akademisi.

"Pernyataan Ibu Connie sangat mengecewakan bagi saya pribadi dan juga saya yakin banyak akademisi lain yang sependapat. Karena sebagai seorang yang menggeluti bidang serupa dengan Ibu Connie, dahulu beliau masih bisa dianggap seorang pakar, namun saat ini banyak pernyataan beliau yang hanya bersifat provokatif yang kejam,” ujarnya kepada media di Jakarta, Selasa (13/2).


Sebelumnya, Connie menyebutkan bahwa calon presiden Prabowo Subianto hanya menjabat dua tahun dan akan diteruskan oleh anak presiden Joko Widodo yang juga calon wakil presiden Prabowo yaitu, Gibran Rakabuming Raka.

Pernyataan tersebut ia sampaikan berdasarkan informasi dari ketua TKN Rosan Roeslani. Dalam forum itu, Connie Bakrie juga menyatakan kemungkinan Jokowi akan meracuni Prabowo lebih cepat dari dua tahun.

Saat ini, Rosan Roeslani telah melayangkan laporan ke Bareskrim terkait pencemaran nama baik oleh Connie Bakrie tersebut.

Menurut Ulta, Connie juga diduga turut menyebarkan hoax mengenai dugaan korupsi pengadaan pesawat Mirage 2000-5 yang dibatalkan oleh Kemenhan.

Kemhan bersama Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukum, pada Senin (11/2) telah menyampaikan dalam jumpa pers bahwa akan menyelidiki asal penyebaran hoaks yang merugikan Kemhan tersebut.

"Dalam pernyataan yang bersifat tudingan tidak berdasar, Ibu Connie juga menyatakan bahwa Pak Prabowo telah menerima sejumlah fee yang dibawa secara cash dengan pesawat jet pribadi dari Qatar, padahal hal ini belum jelas sumbernya, dan Kemhan menyatakan hal tersebut adalah Hoaks," katanya.

Ulta menambahkan, sangat disayangkan sebagai seorang yang mengaku akademisi, Connie tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait informasi yang akhirnya dia sampaikan kepada publik sebagai sebuah hoaks dan merugikan masyarakat.

Menurutnya, sumber yang dimaksud Ibu Connie adalah artikel dari sebuah situs luar negeri yang bernama Meta Nex. Kenyataannya, situs tersebut tidak fokus dalam politik pertahanan, maupun kebijakan luar negeri, dan setelah dicek kembali berita yang menyebutkan Prabowo itu tidak ada di situs tersebut.

"Sebagai sesama akademisi, saya kira Ibu Connie tidak kritis dalam melakukan pengecekan sumber informasi dan tidak layak ditiru oleh akademisi muda seperti saya," pungkas Ulta.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya