Berita

Pegiat toleransi dan filantropi, Habib Haidar Alwi Shahab/Net

Politik

Habib Haidar Alwi Shahab Urai Kriteria Penting Sebelum Nyoblos

SELASA, 13 FEBRUARI 2024 | 22:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada kriteria penting yang patut dipertimbangkan masyarakat dalam memilih calon pemimpin jelang Pilpres 2024.

Menurut pegiat toleransi dan filantropi, Habib Haidar Alwi Shahab, pemimpin baik adalah sosok yang mampu meneladani akhlak para nabi.

"Calon pemimpin yang membawa kebaikan biasanya selalu dimusuhi, dijahati, dan dijatuhkan dengan berbagai cara seperti dialami para nabi utusan Tuhan di awal kenabiannya," kata Habib Haidar Alwi Shahab dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/2).


Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) ini berujar, para nabi lebih memilih sabar dan membalas kejahatan dengan kelembutan meskipun terus dizalimi oleh musuh. Hal itu pun dapat diterapkan dalam memilih calon pemimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan.

"Pilihlah yang walau dizalimi beramai-ramai, walau ibaratnya air dan minyak bersatu untuk menyerang tapi ia tidak membalas bahkan malah akan merangkul pihak-pihak yang menzaliminya," jelasnya.

Merujuk politik di Indonesia, akhlak nabi ini pernah dicontohkan oleh Presiden Jokowi ketika memenangkan Pilpres 2019 lalu. Saat itu, kata Habib Haidar Alwi, Presiden Jokowi merangkul pesaingnya, yakni Prabowo Subianto masuk ke kabinet.

"Saya pribadi menilai akhlak rasulullah yang diteladani oleh Presiden Jokowi sekarang ada pada sosok Pak Prabowo," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya