Berita

Peneliti senior Universitas Paramadina Herdi Sahrasad dalam acara diskusi virtual yang digagas LP3ES, bertajuk Resiko Polisi Tidak Netral, Selasa (13/2)/Rep

Politik

Jika Aparat Tak Netral, Legitimasi Pemilu Dipertanyakan

SELASA, 13 FEBRUARI 2024 | 16:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Aparat keamanan dalam hal ini Polri diharapkan bersikap netral dalam Pemilu 2024. Jika tidak netral, dikhawatirkan bakal terjadi implikasi negatif terhadap institusi Polri.

Hal itu disampaikan peneliti senior Universitas Paramadina Herdi Sahrasad dalam acara diskusi virtual yang digagas LP3ES, bertajuk Resiko Polisi Tidak Netral, Selasa (13/2).

Menurutnya, Polri tidak memiliki fungsi politik. Hal ini jelas dalam Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 disebutkan bahwa Polri di bawah presiden memiliki fungi mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat.


“Bukan fungsi politik, karena jika sudah masuk politik praktis, itu jelas akan terjadi implikasi-implikasi negatif, yang menimbulkan kekhawatiran kecemasan dan kegelisahan,” kata Herdi.

Herdi mengatakan pihaknya khawatir dengan pemilu saat ini, lantaran munculnya ketidaknetralan aparat penegak hukum dalam melaksanakan Pemilu 2024 ini.

Dia juga mempertanyakan soal legitimasi Pemilu karena Polri tidak netral.

“Kta apakah masih legitimate pemilu dan pilpres kali ini? Itu kekhawatiran kami, kami terus terang kami sangat gelisah, dengan kejadian-kejadian belakangan ini, karena tumpang tindihnya, itu kepolisian dalam konteks Pemilu,” ujarnya.

“Kelihatan sekali digiring dari atas ada komando entah secara langsung atau tidak langsung itu diarahkan untuk memenangkan paslon tertentu,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya