Berita

Tekno

China Manfaatkan Teknologi Ilmiah untuk Tingkatkan Varietas Benih

SENIN, 12 FEBRUARI 2024 | 08:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tingginya pasokan biji-bijian dan produk pertanian utama lain di China tidak lepas dari semakin meningkatkannya industri pembiakan biologi melalui metode ilmiah dan teknologi.

Data statistik terbaru dari Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan dan Akademi Ilmu Pengetahuan Pertanian China menunjukkan bahwa negara itu telah secara mandiri membiakkan tiga varietas ayam broiler bulu putih baru, sehingga mengakhiri ketergantungan penuh terhadap impor.

Dikutip dari Xinhua, Senin (12/2), pangsa pasar varietas baru tersebut mencapai 25,1 persen pada tahun 2023 dan pertama kali diekspor pada tahun 2023.


Tahun lalu China juga berhasil membudidayakan varietas baru minyak lobak dengan masa pertumbuhan hanya sekitar 169 hari. Siklus pertumbuhan yang singkat ini memungkinkan para petani untuk sepenuhnya memanfaatkan lahan kosong di musim dingin di China selatan dengan menanam minyak lobak tanpa menunda penanaman padi awal musim pada tahun berikutnya.

China juga telah berhasil membangun sistem penelitian dan pengembangan bio-breeding yang independen dan lengkap.

Laporan kementerian pertanian terbaru menyebutkan bahwa baru-baru ini 37 varietas jagung hasil rekayasa genetika dan 14 varietas kedelai hasil rekayasa genetika di negara tersebut telah lulus pemeriksaan pendahuluan. Hal ini menandai langkah perintis industrialisasi bio-breeding.

Tanaman hasil rekayasa genetika ini menunjukkan daya tahan terhadap herbisida dan serangga. Mereka juga dapat melihat kenaikan hasil panen sebesar 10 persen, yang menunjukkan potensi pengembangan yang besar.

Sebagai “chip” pertanian, benih sangat penting bagi perkembangan industri.

Mempercepat promosi dan penerapan teknologi transgenik harus dilakukan untuk meningkatkan daya saing di masa depan dan mengoptimalkan divisi industri. Ini juga merupakan cara untuk menjamin ketahanan pangan nasional dan mendorong pembangunan berkelanjutan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian.

Tingkat kontribusi varietas unggul terhadap peningkatan hasil gabah saat ini melebihi 45 persen, menurut statistik resmi.

Inovasi sains-teknologi dalam pengembangan industri benih ini akan mempersempit kesenjangan kapasitas produksi antara China dan beberapa negara asing terkemuka.

“Tujuan inti di masa depan adalah meningkatkan produksi dan kualitas benih, mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida, serta mengurangi kerugian akibat bencana alam,” kata Li Jiayang, akademisi Chinese Academy of Sciences. 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya