Berita

Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani (tengah), membantah pernyataan pengamat militer dan intelijen Connie Rahakundini Bakrie soal Prabowo hanya akan memimpin Indonesia selama 2 tahun kalau terpilih pada Pilpres 2024/Istimewa

Politik

Bantah Pernyataan Connie Rahakundini, Rosan Roeslani: Itu Bukan dari Saya

MINGGU, 11 FEBRUARI 2024 | 20:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Bantahan tegas disampaikan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, atas pernyataan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie, bahwa Prabowo Subianto kalau terpilih sebagai Presiden RI nanti tidak akan penuh menjabat selama 5 tahun.
 
Dalam sebuah video yang telah menyebar luas di media sosial, Connie mengaku diundang oleh Rosan untuk bergabung dengan tim Prabowo-Gibran. Dalam video tersebut, Connie mengklaim bahwa Rosan membeberkan rencana bahwa Prabowo hanya akan berkuasa selama 2 tahun, untuk kemudian Gibran akan mengambil alih.
 
Rosan menegaskan bahwa klaim Connie tidak benar. Rosan justru balik mengkritik Connie karena menyebarkan informasi yang menyesatkan sebagai seorang akademisi.
 

 
"Pernyataan yang dua tahun itu bukan datang dari saya, beliau mengatakan, 'Ini bagaimana kalau sudah dua tahun, atau kalau tiba-tiba Prabowo, saya ini orang intelijen, bisa saja Pak Prabowo diracun, bisa lebih cepat, itu gimana?' Dia bilang begitu," beber Rosan, di Media Center Prabowo-Gibran, Jakarta, Minggu (11/2).
 
Rosan bahkan menyatakan kepada Connie bahwa ide tersebut tidak tepat, dan mereka sama sekali tidak mempertimbangkannya.
 
"Saya bilang, 'Bu, sudahlah, itu tidak pantas. Ya sudahlah, kita sih enggak ada pikiran seperti itu lah, janganlah'," jelasnya.
 
Rosan juga menekankan bahwa dia tidak mengenal Connie sebelumnya. Pertemuan mereka diatur oleh tim media Prabowo, yang menyampaikan keinginan Connie untuk bergabung dan mengejar posisi sebagai Wakil Menteri Luar Negeri atau Wakil Menteri Pertahanan. Namun, Rosan menjelaskan bahwa semua keputusan terkait kabinet adalah hak prerogatif Prabowo.
 
“Saya tidak pernah kenal bu Connie sebelumnya dan ketua tim media Prabowo-Gibran yang mengontak saya kalau dia (Connie) ingin bertemu dengan saya untuk 2 hal, satu ingin bergabung dengan tim Prabowo-gibran dan kedua mengenai aspirasi beliau,” tambah Rosan
 
Atas penyebaran video tersebut, Rosan mengaku kecewa. Karena hal itu dianggap sebagai bagian dari kampanye informasi palsu pada masa tenang pemilu yang menyerang Prabowo, TKN, dan dirinya.

Rosan dengan tegas membantah klaim Connie dan memastikan komitmen timnya untuk menjaga kebenaran dan integritas informasi.
 
Kontroversi ini menggarisbawahi pentingnya verifikasi informasi dan tanggung jawab dalam penyebarannya. Terutama selama periode penting seperti pemilihan presiden, di mana kepercayaan dan integritas publik menjadi hal yang sangat penting.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya