Berita

Warga Gaza di antara reruntuhan gedung yang dibombardir pasukan Israel/Net

Global

Korban Tewas Akibat Serangan Israel di Palestina Mendekati 28.000 Jiwa

SABTU, 10 FEBRUARI 2024 | 10:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Warga Gaza yang menjadi korban tewas dari konflik Israel-Hamas mendekati angka 28.000, setelah mesin perang Israel merenggut 107 nyawa warga Palestina dalam satu hari terakhir.

Daily Sabah
melaporkan pada Jumat (9/2), terhitung 27.947 warga Palestina telah tewas selama lima  bulan konflik, sementara 67.460 orang terluka, kata Kementerian Kesehatan Gaza.

"Pasukan Israel membunuh 107 warga Palestina dan melukai 142 lainnya dalam 24 jam terakhir," kata Kementerian.


Mereka juga mencatat bahwa beberapa korban masih berada di bawah reruntuhan di tengah pemboman besar-besaran dan kurangnya awak pertahanan sipil dan ambulans.

Sumber keamanan Palestina dan saksi mata mengatakan pesawat Israel melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan beberapa rumah di lingkungan Kota Gaza, termasuk al-Rimal, al-Sabra, al-Zaytoun, Tal al-Hawa, dan Sheikh Ajlin.

Sumber tersebut mengatakan bahwa ambulans tidak dapat mencapai lokasi yang ditargetkan karena adanya pemboman udara dan artileri Israel serta serangan pesawat tak berawak terhadap segala sesuatu yang bergerak di daerah tersebut.

Sementara itu, sumber medis mengatakan sedikitnya 8 warga Palestina tewas dalam pemboman yang menargetkan dua rumah di Rafah, kota paling selatan Gaza.

Di Khan Younis, kota terbesar di Gaza selatan, sejumlah pemuda tewas akibat tembakan artileri Israel yang terus berlanjut, sementara seorang pemuda lainnya dan seorang pria lanjut usia tewas oleh peluru pasukan Israel di sekitar Rumah Sakit Nasser di kota.

Selain itu, beberapa warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka akibat pesawat Israel yang membom sebuah rumah di kota Deir el-Balah di Gaza tengah.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya